Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Mahasiswa Desak Gubsu Copot Faisal Hasrimy, Soroti Dugaan Konspirasi Proyek Smartboard Rp100 Miliar

Johan Panjaitan • Selasa, 16 September 2025 | 18:35 WIB
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) Sumatera Utara kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut. (IKHSAN./SUMUT POS)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) Sumatera Utara kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut. (IKHSAN./SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) Sumatera Utara kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro, Medan, Selasa (16/9/2025). Mereka mendesak Gubernur Sumatera Utara mencopot Faisal Hasrimy dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sumut.

Mahasiswa menuding Faisal Hasrimy, yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Bupati Langkat, terlibat dalam dugaan korupsi proyek pengadaan Smart Board dan meubilair senilai Rp100 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

“Anggaran Rp100 miliar itu dipaksakan masuk di akhir tahun 2024. Proyek ini tidak masuk akal: Rp50 miliar untuk Smart Board dan Rp50 miliar untuk meubilair. Proses tender penuh rekayasa, bahkan serah terima barang dilakukan hanya dalam hitungan hari,” tegas Asril Hasibuan, Ketua Umum PERMAK, dalam orasinya.

Massa aksi juga menyoroti dugaan pemalsuan dokumen yang menyeret nama mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Saiful Abdi. Mereka mengklaim Saiful sempat menolak proyek tersebut, namun dipaksa dan diintimidasi untuk menandatangani dokumen pencairan.

“Ini bukan korupsi biasa, ini konspirasi jahat. Faisal Hasrimy sebagai penguasa saat itu diduga menekan bawahannya. Bahkan ada dokumen dengan tanda tangan palsu yang digunakan untuk menjerat orang lain,” ujar Yunus Dalimunthe, Koordinator Aksi.

Mahasiswa mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut mengambil alih penyidikan kasus ini dari Kejari Langkat yang dinilai lamban dan tidak menyentuh aktor utama. Mereka juga meminta penggeledahan kantor-kantor OPD terkait, rumah pribadi pejabat, hingga pihak rekanan proyek.

“Bola panas ini tidak boleh berhenti di Dinas Pendidikan. Jaksa harus berani panggil Pj Bupati, TAPD, pejabat Disdik, dan semua yang terlibat. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” teriak massa aksi.

Aksi mahasiswa diwarnai dengan yel-yel “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat! Hidup Keadilan!” serta pembentangan poster bertuliskan desakan pencopotan Faisal Hasrimy dari jabatannya.

Setelah beberapa menit berorasi, perwakilan Pemprov Sumut akhirnya menemui massa aksi. Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumut, Novriana, menerima seluruh aspirasi mahasiswa dan menyatakan akan melaporkannya kepada pimpinan.

“Aspirasi adik-adik mahasiswa akan kami tampung dan saya laporkan kepada pimpinan. Apapun keputusannya nanti, akan ditentukan oleh pimpinan,” ujar Novriana.

Namun, ia belum dapat memastikan kapan tindak lanjut atas aspirasi tersebut akan dilakukan, mengingat Gubernur saat ini sedang menjalani ibadah ke Yerusalem.

“Kami belum bisa menentukan waktunya karena pimpinan sedang beribadah hingga 29 September. Aspirasi ini juga akan kami sampaikan ke Pak Gubernur melalui Biro Adpim,” pungkasnya.(san/han)

Editor : Johan Panjaitan
#mencopot #Mendesak #Kepala Dinas Kesehatan