Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ibu Kandung Tega Buang Bayi, Jasad Ditemukan Mengapung di Sungai

Johan Panjaitan • Jumat, 16 Januari 2026 | 14:00 WIB

SS, ibu yang buang bayinya saat diamankan di Polres Langkat.
SS, ibu yang buang bayinya saat diamankan di Polres Langkat.

STABAT, Sumutpos.jawapos.com– Fakta memilukan terungkap di Kabupaten Langkat. Seorang ibu kandung tega membuang bayi yang baru dilahirkannya hingga berujung kematian. Jasad bayi laki-laki itu ditemukan warga mengapung di aliran Sungai Kebun Gergas, Kecamatan Wampu, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Satuan Reserse Kriminal Polres Langkat bergerak cepat menindaklanjuti penemuan tersebut. Penyelidikan intensif dilakukan sejak laporan masyarakat diterima, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan melakukan pendalaman di sekitar lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, mengungkapkan bahwa penyelidikan mengarah pada adanya kejanggalan. Polisi memperoleh informasi tentang seorang perempuan yang sebelumnya diketahui dalam kondisi hamil, namun belakangan tidak lagi terlihat membawa bayi.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pendalaman di lapangan, kami memperoleh informasi adanya seorang perempuan yang diketahui sebelumnya dalam kondisi hamil,” ujar AKP Ghulam, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga: Giatkan Inklusi Keuangan Digital di Masyarakat, Bank Raya Dorong Optimalisasi Program Loyalitas Nasabah

Berbekal keterangan saksi dan bukti awal yang dikantongi, polisi meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Seorang perempuan berinisial S (33), warga Kecamatan Wampu, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Hasil penyidikan mengungkap fakta mengejutkan. Bayi laki-laki tersebut sengaja dibuang oleh tersangka yang tidak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Pelaku diamankan pada hari yang sama, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, dan langsung dibawa ke Polres Langkat untuk menjalani pemeriksaan intensif.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ghulam, yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Asahan.

Penyidik masih mendalami motif di balik aksi keji tersebut. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya faktor psikologis maupun tekanan lain yang memengaruhi tindakan tersangka hingga tega membuang bayi yang dilahirkannya.

Baca Juga: ESB Dorong Digitalisasi untuk Cegah Fraud di Bisnis Kuliner Medan

Sementara itu, jasad bayi dievakuasi oleh Tim Inafis Polres Langkat dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan pemeriksaan medis dan kepentingan penyidikan.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan terhadap anak yang mengguncang nurani publik, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan perlindungan ibu serta anak di lingkungan masyarakat.(ted/han)

Editor : Johan Panjaitan
#aliran sungai #polres langkat #jasad #ibu kandung #bayi