SUKABUMI, Sumutpos.jawapos.com – Kasus NS (12), bocah malang asal Desa Bojongsari, Kabupaten Sukabumi, mengejutkan publik. Hasil autopsi sementara mengungkap fakta mengerikan: korban mengalami luka bakar di lengan, kaki, punggung, hingga bibir dan hidung, serta paru-paru membengkak sebelum meninggal dunia.
Santri malang ini sempat dirawat di RSUD Jampangkulon pada Kamis (19/2) sebelum akhirnya meninggal. Dugaan kuat, ibu tiri NS menjadi pelaku penganiayaan, memicu kemarahan dan keprihatinan masyarakat.
Luka Bakar dan Bekas Kekerasan Lama
Kepala RS Bhayangkara, Kombes Pol. dr. Carles Siagian, mengungkapkan, tim forensik menemukan luka bakar baru dan bekas luka lama di tubuh korban. Meski luka luar tidak bersifat fatal secara medis, temuan ini menambah kecurigaan bahwa NS menjadi korban penganiayaan sistematis.
“Luka ditemukan di anggota gerak, punggung, bibir, dan hidung. Ada juga bekas luka lama yang menunjukkan korban sebelumnya sudah mengalami kekerasan,” ungkap dr. Carles.
Paru-Paru Membengkak Jadi Misteri yang Menghantui
Fokus penyelidikan kini tertuju pada paru-paru korban yang membengkak. Tim medis belum dapat memastikan apakah pembengkakan ini akibat penyakit bawaan atau efek kekerasan yang dialami. Sampel organ vital NS sudah dikirim ke laboratorium di Jakarta untuk pemeriksaan lebih mendalam.
“Kami harus memastikan setiap detail sebelum mengambil kesimpulan final mengenai penyebab kematian,” jelas dr. Carles.
Polisi Terus Dalami Kasus, Publik Tegang
Polisi kini menelisik dugaan penganiayaan ibu tiri terhadap NS. Kasus ini menjadi sorotan publik, menyulut kemarahan warganet dan menimbulkan harapan agar keadilan segera ditegakkan bagi korban.
NS kini menjadi simbol tragedi kekerasan anak yang menyayat hati. Publik menuntut agar pelaku segera diadili dan hukum ditegakkan tanpa kompromi.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan