MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Gesekan kecil antar tetangga kembali berubah menjadi tragedi kekerasan. Seorang ibu rumah tangga, Swita Sidebang, menjadi korban penikaman yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, Jefri Fernandus Sitindaon (41), di kawasan Jalan Asrama By Pass, Kecamatan Medan Helvetia.
Peristiwa yang terjadi Sabtu (28/3/2026) itu bukanlah konflik yang muncul tiba-tiba. Di baliknya, tersimpan ketegangan lama yang perlahan terakumulasi hingga akhirnya meledak dalam bentuk kekerasan.
Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson Sipahutar, mengungkapkan bahwa insiden bermula dari aktivitas sederhana—menyapu halaman rumah. Namun bagi pelaku, tindakan itu dianggap sebagai bentuk provokasi yang sudah berulang kali ia rasakan.
“Menurut pengakuan tersangka, korban kerap menyapu saat ia berada di depan rumah, sehingga debu beterbangan ke arahnya. Hal itu memicu rasa kesal yang sudah lama terpendam,” ujarnya.
Baca Juga: Patroli Skala Besar Polres Tebingtinggi, Tiga Motor Tak Standar Ditindak
Relasi kedua pihak memang disebut tidak harmonis. Perselisihan kecil yang terus berulang tanpa penyelesaian tuntas menjadi bara dalam sekam. Ditambah lagi, keluhan pelaku terhadap bau tidak sedap dari kandang ternak babi milik keluarga korban yang berada di belakang rumah, semakin memperkeruh situasi.
Ketegangan itu mencapai puncaknya saat emosi pelaku tak lagi terbendung. Ia mengambil pahat besi dari dalam rumah, lalu mendatangi korban dan melancarkan serangan secara brutal.
Akibatnya, korban mengalami sedikitnya sembilan luka tusukan di bagian wajah dan lengan. Luka di lengan diduga terjadi saat korban berusaha melindungi diri dari serangan bertubi-tubi tersebut.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu segera bertindak, melerai dan mengamankan pelaku sebelum situasi semakin memburuk. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Medan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban saat ini dalam kondisi membaik setelah mendapat perawatan,” kata Nelson.
Baca Juga: Aktivitas Penerbangan Kualanamu Meningkat, Dishub Sumut Waspadai Lonjakan Transportasi Darat
Polisi menyebut konflik antara kedua pihak sebenarnya telah beberapa kali dimediasi secara kekeluargaan. Namun, tanpa penyelesaian yang benar-benar tuntas, ketegangan terus berulang hingga akhirnya berujung pada aksi kekerasan.
Kini, pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.(man)
Editor : Johan Panjaitan