Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tengku Sofyan Desak Polisi  Tangkap Terduga Penembak Pelajar MAN 1 Tanjung Morawa

Johan Panjaitan • Senin, 8 Juni 2026 | 22:00 WIB
Tengku Sofyan Abdulilah. (repro/Batara/ Sumut Pos)
Tengku Sofyan Abdulilah. (repro/Batara/ Sumut Pos)

 

LUBUKPAKAM, Sumutpos.jawapos.com – Penanganan kasus penembakan terhadap seorang pelajar MAN 1 Tanjung Morawa, Tengku Bunaya Alfatar (16), kembali menjadi sorotan. Ketua PD Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI) Kabupaten Deli Serdang, Tengku Sofyan Abdulilah, mendesak Polresta Deli Serdang untuk segera menangkap para terduga pelaku yang hingga kini belum diamankan.

Pernyataan itu disampaikan Tengku Sofyan kepada wartawan, Senin (8/6/2026), di Lubukpakam. Menurutnya, lambannya proses penegakan hukum dalam kasus tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Jika kasus penembakan ini tidak segera dituntaskan, maka rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polsek Tanjung Morawa, akan dipertanyakan," ujar Tengku Sofyan.

Anggota DPRD Deli Serdang itu bahkan memberikan ultimatum kepada aparat kepolisian agar segera mengambil tindakan tegas terhadap para terduga pelaku.

Ia meminta agar penangkapan dilakukan dalam waktu tiga kali 24 jam. Jika tidak, GAMI mengaku siap mengawal kasus tersebut secara langsung.

Baca Juga: Pasutri Tewas Ditabrak Angkot Sandra Frima

"Kami berharap kepolisian segera bertindak. Masyarakat menunggu kepastian hukum atas kasus ini," tegasnya.

Menurut informasi yang diperoleh pihak keluarga korban, dua pria berinisial D dan A disebut sebagai pihak yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap Tengku Bunaya Alfatar. Keduanya disebut masih berada di wilayah Kecamatan Tanjung Morawa.

Sementara itu, paman korban, Tengku Muhajirin, mengaku kecewa terhadap proses penanganan perkara yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan meski laporan telah dibuat sejak awal kejadian.

"Kami berharap kasus ini segera dituntaskan. Sudah lebih dari sebulan berlalu sejak peristiwa itu terjadi," katanya.

Muhajirin mengungkapkan, keluarga korban juga sempat didatangi pihak keluarga terduga pelaku yang meminta penyelesaian secara damai. Namun, menurutnya, upaya tersebut muncul setelah kasus bergulir cukup lama.

"Beberapa waktu lalu ada keluarga yang datang meminta damai. Tetapi kami mempertanyakan mengapa hal itu baru dilakukan setelah kasus berjalan cukup lama," ujarnya.

Ia juga membantah tudingan yang beredar bahwa korban merupakan anggota geng motor. Menurut Muhajirin, korban adalah pelajar aktif kelas X MAN 1 Tanjung Morawa yang saat kejadian sedang dalam perjalanan pulang dari rumah temannya.

Baca Juga: PKPU PT Duri Rejang Berseri, Kuasa Hukum Minta Hakim Kabulkan Permohonan Kreditur

"Korban masih berstatus pelajar. Saat kejadian dia hanya melintas dan kemudian diduga dikejar sebelum akhirnya terkena tembakan di bagian bahu," ungkapnya.

Akibat insiden tersebut, korban harus menjalani perawatan intensif dan telah menjalani operasi sebanyak dua kali di RS Haji Medan. Hingga kini, kondisinya masih dalam tahap pemulihan.

Peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan Sei Belumai Hilir, Dusun I, Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, pada Minggu (3/5/2026). Kasus tersebut telah dilaporkan ke Satreskrim Polresta Deli Serdang melalui laporan polisi Nomor LP/B/472/V/2026/SPKT/Polresta Deli Serdang/Polda Sumatera Utara tertanggal 3 Mei 2026.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum segera mengungkap kasus tersebut secara tuntas agar memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban maupun masyarakat.(btr/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pelajar #ditembak #MAN 1 Binjai #polres deli serdang