Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Pomparan Silahisabungan Limapuluh Doakan Korban Longsor dan Banjir di Sibolga dan Tapteng

Johan Panjaitan • Rabu, 10 Desember 2025 | 07:30 WIB
Anak-anak pomparan Silahisabungan mengucapkan liturgi pada perayaan Natal Pomparan  Silahisabungan Limapuluh,  Minggu (7/12/2025). (Liberti H Haloho/Sumut Pos)
Anak-anak pomparan Silahisabungan mengucapkan liturgi pada perayaan Natal Pomparan Silahisabungan Limapuluh, Minggu (7/12/2025). (Liberti H Haloho/Sumut Pos)

BATUBARA, Sumutpos.Jawapos.com-Perayaan Natal Pomparan Raja Silahisabungan Boru, Bere, dan Ibebere Limapuluh berlangsung khidmat dan penuh haru. Di tengah suasana sukacita, jemaat turut mengangkat doa khusus bagi warga yang menjadi korban bencana longsor dan banjir di Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), serta sejumlah daerah lainnya. Ibadah digelar pada Minggu (7/12) di GKPI Jemaat Khusus Limapuluh.

Ibadah diawali dengan penyalaan lilin Natal oleh Pdt. Andri Simanjuntak STh, Penasehat St. M. Sinurat, Ketua Panitia F. Tambunan, perwakilan Dongan Tubu Liberti H. Haloho, perwakilan Boru St. M. Manik, serta Bere St. T.H. Sitangang.

Tahun ini, perayaan Natal mengusung tema “Jadi Berkah bagi Sesama Kita” (Galatia 6:9–10) dengan subtema “Dengan semangat Natal, hendaklah kita mampu menjadi berkah bagi sesama dan saling mengasihi.” Pdt. Andri Simanjuntak STh tampil sebagai pengkhotbah.

Dalam khotbahnya, Pdt. Andri menekankan relevansi tema tersebut dengan situasi yang tengah terjadi. Ia mengajak jemaat merenungkan makna Natal sebagai wujud pengharapan, solidaritas, dan kehadiran Tuhan di tengah penderitaan.

“Menjelang Desember ini, begitu banyak penderitaan terjadi. Bencana longsor dan banjir di Sibolga, Tapteng, dan daerah lainnya memporak-porandakan wilayah itu. Banyak keluarga kehilangan orang terkasih, tempat tinggal, dan harta benda,” ujarnya dengan nada penuh empati.

Ia menyampaikan doa bagi keselamatan masyarakat di Sibolga, Tapteng, Taput, Tapsel, dan wilayah lain yang terdampak bencana. “Kiranya Tuhan menjagai dan melindungi. Kepada saudara-saudari kita di sana, tetaplah tabah dan kuat menjalani cobaan ini.”

Pdt. Andri juga mengingatkan bahwa berkat terpenting dalam hidup adalah keselamatan dari Tuhan. Ia menutup khotbah dengan ucapan selamat Natal bagi seluruh Pomparan Silahisabungan Limapuluh.

Sementara itu, Penasehat Pungguan Silahisabungan Limapuluh, St. M. Sinurat, dalam sambutannya turut mengucapkan selamat Natal dan mengajak seluruh jemaat mensyukuri perayaan tahun ini, meski dilakukan dengan kesederhanaan sebagai bentuk solidaritas terhadap para korban bencana.

“Sedih melihat saudara-saudara kita yang harus merayakan bulan Desember dalam keadaan berduka. Semoga Tuhan melindungi dan menyertai mereka,” ungkapnya.

St. M. Sinurat juga mengapresiasi seruan Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan MTh yang meminta perayaan Natal 2025 dijalankan sebagai masa perenungan dan doa bagi para korban bencana, dengan ibadah sederhana tanpa pesta berlebihan. Menurutnya, ibadah Natal harus menjadi ruang kepedulian dan penguatan bagi mereka yang terdampak.

Perayaan Natal Pomparan Silahisabungan Limapuluh berlangsung hangat, dirangkai dengan puji-pujian rohani, makan bersama, dan pemberian tali asih kepada lanjut usia serta anak-anak yatim.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Silahisabungan Limapuluh Anton Sihaloho, Bendahara J. Sihombing, S.Pd, Edison Dolok Saribu, Gunawan Tambunan SH, Hotnida br Pasaribu (Doa Syafaat), serta MC Ernawati br Gurning.(lib/han)

Editor : Johan Panjaitan
#tapteng #natal #longsor #sibolga #banjir