SUMUTPOS.CO- Keluarga Kim Sae Ron terus memberikan bukti terkait tuduhan Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron pacaran di bawah umur. Kali ini, keluarga mendiang Kim Sae Ron memberikan bukti berupa chat mesra antara keduanya.
Pengacara Boo Ji Suk dari firma hukum Buyou hadir dalam konferensi pers di Space Share, Seocho-dong, Seoul, mewakili anggota keluarga mendiang aktris Kim Sae Ron.
Pada tanggal 27 Maret sekitar pukul 13.30 KST, sang pengacara menyampaikan pernyataan perihal hubungan antara Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron.
"Baru-baru ini, hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi mendiang aktris Kim Sae Ron telah diekspos, tanpa pandang bulu melalui web hampir setiap hari.
Hal itu menyebabkan spekulasi yang tak terhitung jumlahnya, serta kritik yang ditujukan kepada keluarga yang ditinggalkan. Akibatnya, anggota keluarga menderita tekanan emosional dan fisik yang parah.
Alasan konferensi pers hari ini adalah untuk menginformasikan kepada publik, mengenai kesulitan yang dialami oleh anggota keluarga yang ditinggalkan, dan untuk meminta agar kritik terhadap mereka dihentikan.
Ini bukan konferensi pers yang dimaksudkan untuk mengungkapkan alasan, mengapa mendiang Kim Sae Ron bunuh diri.
Keluarga yang berduka pada awalnya tidak memiliki pilihan, selain mengungkapkan bahwa Kim Soo Hyun telah menjalin hubungan denganmendiang Kim Sae Ron, sejak ia masih di bawah umur.
Hal ini dikarenakan, pihak keluarga telah mempersiapkan tuntutan hukum terhadap YouTuber Lee Jin Ho.
Tidak hanya menyebarkan informasi palsu tentang mendiang aktris tersebut, namun juga meremehkan dan mengejeknya, yang berkontribusi secara signifikan terhadap tekanan psikologisnya.
Namun, sebagai tanggapan, Kim Soo Hyun awalnya menyangkal pernah berpacaran dengannya (Kim Sae Ron).
Bahkan setelah bukti lebih lanjut mengkonfirmasi hubungan mereka, dia belum menawarkan permintaan maaf dan sekarang membuat klaim palsu lain,
bahwa mereka hanya berkencan setelah dia (Kim Sae Ron) telah berumur legal.
Selain itu, untuk alasan yang tidak diketahui, YouTuber Lee Jin Ho dan pihak-pihak yang terlibat lainnya telah mengambil tindakan, untuk mengekspos hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi Kim Sae Ron, sambil menambahkan klaim yang salah dan tidak berdasar.
Keluarga yang ditinggalkan ingin mengakhiri kontroversi ini, dengan memberikan bukti yang jelas dan tidak terbantahkan.
Untuk memperjelas, konferensi pers ini tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan alasan di balik meninggalnya mendiang
Kim Sae Ron.
Selain itu, setelah konferensi pers hari ini, keluarga yang ditinggalkan tidak ingin terlibat dalam perselisihan yang tidak berarti mengenai kebenaran (atas rumor-rumor yang ada di dunia maya).
Apa yang keluarga Kim Sae Ron inginkan pertama, dan terutama saat ini adalah untuk mengambil tindakan hukum terhadap YouTuber Lee Jin Ho, dan untuk mengoreksi kebohongan dan informasi yang salah."
Selanjutnya, pengacara Boo Ji Suk mengungkap serangkaian pesan KakaoTalk antara Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun, tertanggal 24 Juni 2016.
Kim Sae Ron (KSR): Aku benar-benar mengorbankan pagi dan malamku untuk tidur. Gila, ya. Dan aku pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan TT.
Kim Soo Hyun (KSH): Tubuhmu pasti tidak dalam kondisi yang baik TTTTTT Bagaimana perasaanmu sekarang?
KSH: Kamu lagi syuting.. TTTT (TT emoji menangis)
KSH: Aku khawatir TT
KSR: Kembali syuting TT
KSR: Aku akan segera kembali
KSH: Cepatlah kembali.. hehe
KSR: Cium
KSH: Beri aku satu yang sungguhan nanti.. hehe
KSH: Apakah ini juga dilarang?.. TT
KSR: Tidak, ini tidak dilarang ha
KSR: Kamu kangen aku atau nggak
KSH: Kamu?
KSH: Menurutmu aku kangen kamu nggak?
KSH: Atau nggak?
KSR: Aku nggak tahu! Aku nggak akan tahu kecuali kamu cerita ke aku
KSR: Aku nggak akan tahu apa-apa
KSH: Kamu lucu, tanya begitu ke aku
KSR: Jadi, kamu kangen aku atau tidak?
KSH: Aku kangen kamu, aku benar-benar kangen kamu
KSR: *Lagi*
KSH: Aku kangen kamu hehehe
KSR: Kamu nggak akan goyah, kan?
KSH: Nggak, aku nggak akan goyah bahkan jika kamu menciumku
KSR: Hahaha kamu nggak akan tahu bahkan jika aku melakukannya berkali-kali (yaaa
KSH: Kapan aku bisa tidur denganmu di dalam pelukanku
KSH: Karena dengan begitu aku rasa aku akan mendapatkan tidur yang terbaik
KSR: Aku akan izinin
KSH: Sekitar setahun lagi (saat usia Kim Sae Ron 17 tahun)
KSR: Hmm
KSR: Kita lihat saja nanti
KSH: 3 tahun?
KSR: 3 tahun? Bahkan setahun pun terlalu lama
KSH: 1 tahun terlalu lama?
KSH: 6 bulan?
KSR: Tidak, aku akan melakukannya kapan pun aku mau, tidak perlu menunggu
"Percakapan ini menunjukkan bahwa Kim Soo Hyun, mungkin menuntut lebih dari sekadar tidur malam yang nyenyak."
"Lebih jauh lagi, jika pesan-pesan ini bukan bukti bahwa mereka berpacaran selama ini, lalu apa buktinya? Kim Sae Ron berusia 17 tahun (perhitungan usia Korea Selatan) saat itu," ungkap pengacara Boo terkait pesan KakaoTalk, seperti yang dikutip dari Allkpop.
Terakhir, pengacara Boo mengungkapkan surat tertulis yang ditulis Kim Sae Ron kepada Kim Soo Hyun, beberapa waktu sebelum kematiannya.
"Hai, ini Ronnie (panggilan untuk Kim Soo Hyun). Apa kabar?
Aku menulis dengan harapan dapat menyelesaikan beberapa kesalahpahaman di antara kita. Aku tidak dapat menghubungi siapapun di perusahaan (Gold Medalist), dan aku takut akan tuntutan hukum. Itulah sebabnya aku mengunggah foto tersebut (foto kedekatan Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun).
Maaf. Aku melakukannya agar seseorang dari perusahaan menghubungiku. Aku minta maaf telah melibatkanmu. Sejujurnya, aku takut dengan orang-orang di Gold Medalist. Aku merasa tidak nyaman.
Sekarang aku tidak bisa menghubungi siapapun, setelah keluar dari perusahaan. Aku tidak ingin mengganggumu. Aku benar-benar ingin kamu bahagia. Aku tidak menyadarinya, tetapi kita berpacaran selama lima enam tahun. Kamu adalah cinta pertama dan terakhirku.
Karena kamu penting bagiku, aku tidak ingin kamu menjauhiku. Ketika aku berpikir kamu tidak ingin berhubungan denganku, rasanya semua waktu yang kita habiskan bersama sia-sia.
Mari kita tetap berteman. Tidak lebih, tidak kurang. Hanya dua orang yang saling menyemangati. Kita bisa melakukannya, kan? Apakah kamu benar-benar membenciku? Mengapa?
Jika surat ini tidak sampai kepadamu, aku khawatir itu akan benar-benar menjadi akhir bagi kita. Itu akan membuatku sangat sedih.
Aku berjanji tidak akan menghalangimu lagi. Jadi, jangan membenciku. Aku berharap suatu hari nanti, kita bisa saling
berhadapan dengan senyum.
Ini nomor teleponku (disensor). Beri tahu aku jika kamu menerima surat ini. Tidak ada cara lain bagiku untuk menyampaikan perasaan ini pada mu, jadi aku berdoa agar alamatmu masih sama.
Aku harap kamu yang akan membaca ini, dan bukan (tulisan tidak jelas). Aku mendoakan yang terbaik untuk mu dalam pekerjaan, hubungan, dan kehidupan.
Dan terakhir, aku sungguh-sungguh berharap kenangan kita bersama akan tetap menjadi kenangan yang membahagiakan.." (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe