SUMUTPOS.CO- Artis dan penyanyi senior Dewi Yull kini sudah berusia 64 tahun. Usia yang tak lagi muda pun membuat dirinya menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup.
Salah satunya, saat dengan tenangnya, Dewi Yull bercerita tentang kondisi matanya yang kini hanya sebelah yang bisa melihat.
Mata ibu empat anak ini yang sebelah kanan sudah tidak bisa melihat akibat abrasi retina.
"Oh dari kecil saya udah bilang bahwa kita itu sama-sama cacat, kita itu sama-sama punya kelemahan. Kalau gak pakai kacamata, saya juga gak bisa melihat. Jadi Surya dan almarhum kakaknya itu harus pakai alat bantu dengar, dari kecil kami sama-sama butuh alat bantu," ungkap Dewi Yull dalam acara , Kamis (3/7/2025).
Pelantun Bimbang dan Ragu itu mengungkapkan pernah menolak melakukan operasi lasik mata. Hal itu untuk menjaga kepercayaan diri anak-anaknya saat memakai alat bantu dengar.
"Saya kacamata, anak saya alat bantu dengar. Dulu saya gak mau dioperasi lasik supaya anak-anakku tetap punya percaya diri, mau memakai alat bantu. Kita sama, kita tuh manusia gak ada yang sempurna," tuturnya.
Anak-anaknya pun tumbuh dengan percaya diri dan kemampuan yang membanggakan. Dewi Yull meyakinkan anak-anaknya bahwa dirinya bahagia.
"Di usia seperti sekarang masih produktif, masih bisa bermanfaat, masih bisa berbagi dan belajar," katanya.
"Kita ini semua adalah murid sepanjang hidup. Kita ini pelajar, gak ada yang merasa sudah pandai. Kita harus belajar terus dan an anak-anakku sangat men-support karena ibunya harus belajar," pungkas Dewi Yull bicara soal dukungan anak-anak kepada dirinya.
Dewi Yull pun menceritakan kisah matanya yang mulai terasa sejak tahun 2023.
Menurut Dewi, masalah penglihatan tersebut mulai terasa sejak 2023, akibat minus matanya yang sangat tinggi, yakni minus 25 di mata kanan dan minus 19 di mata kiri.
"Jadi waktu tahun 2023 itu keluar cairan gelembung di dalam, kayak air gelembung, kayak balon gitu ya. Lama-lama kok dari air putih kemudian jadi kuning, makin pekat, makin pekat. Malam tuh udah gelap yang kanan. Langsung ke UGD, rumah sakit mata," tuturnya.
Meski sempat menunda operasi karena jadwal pekerjaan, Dewi Yull akhirnya menjalani prosedur besar dengan bius total. Mata kanannya kini telah dipasang silikon yang menurutnya hanya bisa menangkap cahaya.
Dewi juga memberi peringatan kepada masyarakat, khususnya yang memiliki minus tinggi, agar tidak mengabaikan gejala seperti munculnya gelembung dalam mata.
"Jadi hati-hati kalau sudah ada gelembung di dalam mata. Untuk masyarakat Indonesia yang punya minus tinggi, cepat-cepat langsung ke dokter mata, ke UGD-lah," pesannya.
Ia menjelaskan kondisi tersebut disebabkan oleh abrasi retina yang terlepas dari bola mata. Ini menjadi sesuatu yang rawan terjadi pada penderita minus tinggi.
"Jadi retinanya abrasi, jadi lepas dari mata, biji mata itu karena dia kalau minus tinggi kan katanya cembung, jadi lepas," katanya. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe