SUMUTPOS.CO- Farel Prayoga, sebelum seterkenal saat ini, dirinya mengalami hal- hal yang tidak menyenangkan semasa kecilnya.
Mulai dari dipaksa mengamen, kerap menjadi sasaran amuk, hingga tidak diperbolehkan tidur. Bahkan, Farel sempat diusir dari rumah.
Diceritakan Farel Prayoga, mengamen di jalanan awalnya merupakan keinginannya sendiri untuk tujuan punya uang.
Namun, orang tuanya ternyata memanfaatkan hal ini. Farel lantas dipaksa oleh orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Orang tua yang memaksa Farel Prayoga adalah ibu tirinya, mengingat selama ini Farel tinggal bersama ayah dan ibu tiri.
Farel diminta mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya dan juga untuk membayarkan utang pinjaman orang tuanya pada bank keliling alias rentenir.
"Aku dapat perlakuan nggak enak dari ibu. Ngamen awalnya dari aku sendiri biar dapat uang sendiri, tapi lama kelamaan ibu aku bilang, 'kalau nggak ngamen, nggak makan kita,'" kata Farel Prayoga dalam podcast Denny Sumargo.
Selain itu, Farel Prayoga kerap menjadi sasaran amukan orang tuanya. Setiap kali ibu tirinya marah, selalu dilampiaskan ke Farel. Bahkan, dia sempat tidak diperbolehkan untuk tidur oleh ibu tirinya.
"Dari kecil aku sering disiksa, diusir dari rumah, nggak dibolehin tidur," aku Farel Prayoga.
Awalnya, dia tidak tahu kalau ibu yang selama ini bersamanya di rumah adalah ibu tiri. Farel Prayoga baru mengetahuinya setelah dia berusia 8 tahun.
"Waktu itu bapak sama ibu bertengkar, ibu bilang sama aku bahwa aku itu bukan anak kandungnya. Ibu tiri benci sama aku. Setiap kali ibu marah, melampiaskan ke aku karena aku katanya mukanya mirip sama ibu kandung aku," katanya.
Bagi ibu tirinya, ibu kandung Farel Prayoga adalah perebut suami orang karena diam-diam menikah siri dengan ayah Farel.
"Aku sudah ngobrol sama ibu kandung. Diceritain bahwa ibu kandung aku ini sebetulnya korban. Ibu kandung aku bilang, 'ibu ini korban, ibu nggak tahu kalau bapak sudah nikah,'" tutur Farel. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe