Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Marissa Anita Perankan Istri Tertekan di A Normal Woman

Johan Panjaitan • Rabu, 30 Juli 2025 | 08:35 WIB
Marissa Anita
Marissa Anita

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com- Pekan lalu, film orisinal Netflix A Normal Woman dirilis. Hingga tadi malam (29/7), film karya Lucky Kuswandi itu menempati posisi pertama jajaran Top 10 film Netflix Indonesia. Bergenre drama-thriller psikologis, A Normal Woman dibintangi oleh Marissa Anita, Dion Wiyoko, Widyawati, Gisella Anastasia, dan Mima Shafa.

Naskah A Normal Woman ditulis oleh Lucky dan Andri Chung. Dikisahkan, Milla (Marissa) adalah seorang istri pengusaha kaya, Jonathan (Dion). Secara ekonomi dan sosial, hidup Milla sangat terjamin. Hidup di rumah mewah, punya wajah cantik, punya suami tampan, dan tidak perlu bekerja keras. Namun, suatu hari, Milla mengalami gangguan fisik berupa ruam kemerahan yang berdarah jika digaruk.

Penyakit tersebut rupanya berkaitan dengan hidup dan mental Milla. Meski dari luar hidupnya tampak sempurna, Milla tertekan dengan ekspektasi sosial. Entah dalam pertemanan, sorotan media, hingga ketika berhadapan dengan ibu mertuanya yang otoriter, Liliana (Widyawati). Seolah tak cukup, Milla juga mulai berhalusinasi. Salah satunya, ada sosok gadis kecil bernama Grace.

Sebagai pemeran utama, Marissa menunjukkan performa terbaiknya. Peraih Piala Citra kategori Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2021 itu bisa menampilkan emosi Milla yang gelap dan kalut. Takut, kecewa, sedih, tertekan, hingga berhalusinasi, Marissa sanggup menunjukkannya lewat akting memukau.

Dalam jumpa pers A Normal Woman beberapa waktu lalu, Marissa mengatakan bahwa dia diajak Lucky berdiskusi dan membaca buku The Myth of Normal karya Gabor Maté dan Daniel Maté.

“Apa yang dilakukan Milla adalah upaya agar dia bisa sesuai dengan tuntutan. Sepertinya kita semua paham soal menjadi people pleaser, apalagi perempuan, yang lebih rentan karena harus menjalani banyak peran,” jelas Marissa.

Selain lewat diskusi dan buku, Marissa juga mencoba merunut pengalamannya sendiri. Perempuan yang pernah bekerja sebagai jurnalis televisi itu mengaku pernah mengalami hal yang dialami Milla. Yakni, berusaha agar diterima. Emosi dan perasaan kala itu digunakan Marissa untuk memperkuat karakter Milla.

Lebih lanjut, Marissa dan Lucky menjelaskan bahwa penyakit ruam yang dialami Milla adalah respon dari kondisi mentalnya. “Karakter Milla ini seakan memberi pertanyaan, apa sih jadi normal itu? Apa yang ada terjadi di badan kita adalah respon dari psikis,” jelas Marissa.

Setelah berperan sebagai Milla, Marissa jadi lebih paham tentang makna otentisitas. “Hidup bersama Milla membuat saya lebih kenal sama diri sendiri, terus juga mengatur ekspektasi. Tiap ada ekspektasi, saya selalu tanya, ini ekspektasi orang lain atau ekspektasi saya,” pungkas aktris 42 tahun itu. (len/jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#neflix #top #A Normal Woman #indonesia #film