SUMUT POS- Pemerintah Tiongkok mengeluarkan peraturan bagi insan perfilman di negaranya. Di mana, drama dan film yang bertemakan kisah cinta antara CEO dan gadis miskin mulai dibatasi.
Genre yang sebelumnya populer ini dinilai membawa dampak sosial dan budaya yang kurang sehat.
Berikut 4 alasan pemerintah Tiongkok membatasi perfilman dan serial yang mengangkat kisah CEO kaya raya jatuh cinta dengan gadis miskin, seperti dikutip pada akun media sosial Facebook @thekenyatimes pada Sabtu (10/1).
• Pemerintah Menilai Alur Cerita Tersebut Membentuk Ekspektasi Hidup yang Tidak Realistis
Kisah CEO sempurna yang jatuh cinta dan menyelamatkan hidup tokoh perempuan dianggap terlalu mengada-ada. Narasi ini dinilai jauh dari realitas kehidupan masyarakat pada umumnya. Jika terus disajikan, pola tersebut dikhawatirkan memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap kehidupan dan masa depan.
• Kisah Romansa CEO Dinilai Memperkuat Fantasi Sosial yang Keliru
Tokoh perempuan hampir selalu digambarkan berasal dari keluarga miskin atau sederhana. Pola ini menciptakan anggapan bahwa mobilitas sosial dapat dicapai secara instan melalui hubungan romantis. Pemerintah menilai narasi tersebut berpotensi menyesatkan pemahaman sosial penonton muda.
• Kisah Romansa CEO Dianggap Minim Nilai Edukatif
Cerita lebih menonjolkan kemewahan, kekuasaan, dan gaya hidup elit. Proses kerja keras, perjuangan, serta pengembangan diri jarang ditampilkan secara seimbang. Akibatnya, drama dinilai gagal memberikan pesan positif tentang usaha dan tanggung jawab sosial.
• Pemerintah Menilai Kisah Romansa CEO Mengagungkan Kesuksesan Instan secara Berlebihan
Kebahagiaan tokoh utama kerap digambarkan tercapai tanpa proses yang masuk akal. Cinta dengan pria kaya ditampilkan sebagai solusi utama berbagai persoalan hidup. Pola ini dinilai bertentangan dengan nilai realitas sosial dan budaya yang ingin ditanamkan negara. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe