JAKARTA,Sumutpos.jawapos.com-Jumat malam (16/1), The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, menjadi saksi antusiasme penggemar Kim Seon-ho dan Go Youn-jung. Indonesia tercatat sebagai satu-satunya negara yang menggelar fan event untuk serial Netflix Can This Love Be Translated?, menghadirkan langsung dua pemeran utamanya.
Dalam sesi interaktif yang dipandu Indra Herlambang, Seon-ho dan Youn-jung berbagi cerita di balik layar syuting serial tersebut, yang membawa mereka menjelajah lima negara: Jepang, Korea Selatan, Kanada, Italia, dan Indonesia. Tak hanya membahas proses kreatif, keduanya juga mengungkap kesan pribadi terhadap setiap lokasi, termasuk pengalaman pertama Youn-jung bertemu penggemar Indonesia.
Jepang, Awal Pertemuan yang Tak Disengaja
Dalam serial ini, Kim Seon-ho memerankan Joo Ho-jin, seorang penerjemah yang bekerja dengan selebritas ternama Cha Mu-hee (Go Youn-jung). Pertemuan pertama mereka terjadi secara tak terduga di sebuah restoran ramen sederhana di Jepang—awal hubungan yang canggung dan belum hangat.
“Kalau ingat adegan di Jepang atau lihat pemandangannya, saya terharu,” ujar Seon-ho. Ia menyebut adegan Ho-jin dan Mu-hee tersesat bersama di episode pertama sebagai salah satu momen paling berkesan. Youn-jung memilih adegan perpisahan di rel kereta sebagai favoritnya. Meski sebagian adegan difilmkan di Korea, Seon-ho memuji kecermatan tim produksi yang membuatnya tampak autentik.
Korea Selatan, Perasaan Mulai Diterjemahkan
Di Seoul, hubungan Ho-jin dan Mu-hee mulai mencair. Ketertarikan tumbuh, meski keduanya kesulitan “menerjemahkan” perasaan masing-masing. Saat ditanya apakah hubungan mereka dipengaruhi takdir, Youn-jung menjawab ringan, “Kayaknya jodoh, ya. Soalnya mereka sering ketemu,” yang langsung disambut sorakan penonton.
Seon-ho memilih tidak memberi spoiler. “Mereka memang ketemu nggak sengaja. Takdir mungkin? Tonton sampai habis saja,” ujarnya sambil tertawa.
Kanada, Aurora dan Kesadaran Cinta
Kanada menjadi latar ketika Ho-jin dan Mu-hee mulai menyadari perasaan masing-masing. Keindahan alam—padang rumput hingga aurora—menjadi saksi perjalanan emosional mereka. Seon-ho mengenang momen syuting di Banff ketika aurora bermunculan. “Saya ketiduran di mobil, lalu dibangunin Youn-jung,” candanya.
Youn-jung juga terkesan dengan lokasi air terjun dan danau, meski kru harus menunggu berjam-jam hingga kabut menghilang demi mendapatkan gambar terbaik.
Di segmen ini, keduanya mengabulkan permintaan penggemar dengan merekam pesan suara. Seon-ho membuat alarm bangun pagi dalam bahasa Indonesia, sementara Youn-jung mengisi pesan pengantar tidur—momen yang langsung memicu histeria penonton.
Italia, Kota Penuh Degup Jantung
Italia menjadi puncak romansa Ho-jin dan Mu-hee. “Pas Mu-hee manggil Ho-jin ‘sayang’, Ho-jin deg-degan banget,” ujar Seon-ho sambil mengulang kata “sayang” dalam bahasa Indonesia, disambut tawa dan tepuk tangan.
Seon-ho juga mengungkap tantangan linguistik dalam perannya. “Bahasa Italia cukup sulit. Bahkan ada adegan saya harus menerjemahkan dari Italia ke Jepang dan sebaliknya,” jelasnya.
Indonesia, Rasa yang Membekas
Segmen terakhir membawa suasana ke Indonesia. Ditanya soal kuliner favorit, Seon-ho menyebut sate dan mi goreng, lalu bertanya di mana bisa menikmati street food—yang dijawab penggemar dengan serentak: Blok M.
Sementara Youn-jung, yang pertama kali menggelar fan meeting di Indonesia, berbagi cerita tentang kunjungannya ke Bali. Ia membeli keripik singkong dan makanan yang dibungkus daun pisang. “Apa ya namanya?” tanyanya, memancing jawaban penggemar mulai dari lemper hingga lontong.
Malam itu, Jakarta tak hanya menjadi tuan rumah fan event, tetapi juga bagian dari perjalanan emosional Can This Love Be Translated?—sebuah kisah cinta yang melintasi bahasa, budaya, dan lima negara.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan