sumutpos.jawapos.com – Aktris Hollywood sekaligus aktivis kemanusiaan, Angelina Jolie, mengambil langkah besar dalam upaya pelestarian lingkungan dengan membeli sekitar 60.000 hektare lahan di Provinsi Battambang, Kamboja, pada tahun 2003.
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (3/6/2026), lahan yang luas tersebut kemudian dikembangkan menjadi kawasan konservasi yang bertujuan melindungi hutan dan berbagai spesies satwa liar dari ancaman perburuan ilegal serta kerusakan lingkungan.
Keputusan itu diambil setelah Jolie menyaksikan secara langsung dampak deforestasi dan aktivitas perburuan liar yang mengancam kelestarian alam di kawasan Asia Tenggara, khususnya Kamboja.
Baca Juga: Keterbatasan Guru Agama, Menag: Siswa Bisa Belajar di Rumah Ibadah Sesuai Keyakinan
Kawasan yang kini dikenal sebagai cagar alam tersebut dikelola dengan pendekatan yang menggabungkan konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selain menjaga habitat alami, program tersebut juga melibatkan warga sekitar dalam berbagai kegiatan pelestarian hutan.
Melalui keterlibatan masyarakat lokal, upaya perlindungan lingkungan diharapkan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi penduduk setempat. Pendekatan ini dinilai penting karena keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada perlindungan kawasan, tetapi juga dukungan dari komunitas yang tinggal di sekitarnya.
Selama bertahun-tahun, kawasan konservasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pelestarian alam dapat dilakukan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inisiatif yang digagas Angelina Jolie itu menunjukkan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati dan pembangunan sosial dapat berjalan beriringan.
Baca Juga: Running Rave Viral di Brasil, Netizen: Olahraga Rasa Festival Musik
Komitmen Jolie terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan di Kamboja juga telah berlangsung lama. Selain mendukung konservasi, ia aktif dalam berbagai program sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam di negara tersebut.
Langkah yang dilakukan aktris pemenang Oscar itu pun kerap menjadi contoh bagaimana figur publik dapat memanfaatkan pengaruh dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan di tingkat global.(lin)
Editor : Redaksi