JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com– Setelah puluhan tahun dikenal sebagai aktris, Elma Theana kini membuka lembaran baru dalam perjalanan kariernya. Untuk pertama kalinya, perempuan berusia 51 tahun itu mengambil peran sebagai produser melalui film Anak-Anak Bambu, sebuah proyek yang sekaligus menjadi debut rumah produksi miliknya, Theana Pictures.
Langkah tersebut menghadirkan tantangan yang sama sekali berbeda dibandingkan saat berada di depan kamera. Jika sebelumnya ia hanya fokus mendalami karakter saat syuting, kini Elma harus memastikan seluruh roda produksi berjalan sesuai rencana, mulai dari tahap pra-produksi hingga pascaproduksi.
"Karena semua tertuju kepada saya, apa pun itu. Biasanya cuma datang, syuting. Terus tiba-tiba harus ngurusin semuanya," ujar Elma saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Maki Desak Kasus Eks Jampidsus Dialihkan ke KPK
Baginya, menjadi produser berarti memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar. Tidak hanya mengawasi proses kreatif, ia juga terlibat langsung dalam berbagai urusan teknis yang kerap luput dari perhatian publik.
Bahkan pada malam gala premiere, Elma turun tangan sendiri menyambut para tamu undangan, memastikan mereka mendapatkan tempat duduk yang nyaman dan acara berlangsung tertib.
"Karena itu tamu-tamu saya, jadi memang saya yang harus handle langsung. Saya ingin memberikan yang terbaik buat semua teman-teman yang hadir," katanya.
Sempat Alami Tekanan hingga Sakit Fisik
Besarnya tanggung jawab sebagai produser ternyata memberikan tekanan yang tidak ringan. Elma mengaku sempat mengalami kelelahan fisik dan mental selama mengawal proses produksi film pertamanya.
Ia merasakan bagaimana setiap persoalan yang muncul di lapangan bermuara kepadanya sebagai orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan proyek.
"Luar biasa, ya. Kepala saya pusing, benar-benar sampai agak stres ngurusin semuanya," ungkapnya.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru memberinya perspektif baru mengenai kompleksitas industri perfilman. Ia kini semakin memahami bahwa kesuksesan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh para pemain di depan kamera, tetapi juga oleh kerja keras seluruh tim di balik layar.
Debut Theana Pictures Angkat Kisah Keluarga
Anak-Anak Bambu menjadi film perdana yang diproduksi Theana Pictures. Film ini disutradarai Dyan Sunu Prastowo dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 Juli.
Deretan pemain yang terlibat antara lain Ayusitha, Irgi Fachrezi, Sony Septian, Fairuz A. Rafiq, Muhammad Adhiyat, hingga Indra Birowo.
Baca Juga: Ferran Torres Pecah Kebuntuan, Spanyol Taklukkan Argentina dan Rebut Mahkota Piala Dunia 2026
Mengusung genre drama keluarga, Anak-Anak Bambu mengangkat kisah perjuangan para penghuni sebuah panti asuhan yang menghadapi ancaman kehilangan rumah mereka.
Bangunan sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus tempat berlindung bagi anak-anak yatim piatu itu terancam dijual dan digusur. Dalam situasi penuh keterbatasan, mereka harus bersatu mempertahankan tempat yang telah menjadi keluarga dan rumah bagi mereka.
Melalui film debutnya sebagai produser, Elma Theana berharap Anak-Anak Bambu tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kepedulian, solidaritas, dan arti sebuah keluarga yang dibangun bukan semata karena hubungan darah, melainkan karena kasih sayang dan kebersamaan.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan