Waspada! Ini 9 Ciri Orang yang Berisiko Berselingkuh Menurut Psikolog

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:31 WIB
Jangan Abaikan 9 Red Flag yang Bisa Mengungkap Pasangan Tidak Setia. (Freepik.com)
Jangan Abaikan 9 Red Flag yang Bisa Mengungkap Pasangan Tidak Setia. (Freepik.com)

 

Sumutpos.jawapos.com– Masa-masa awal menjalin hubungan sering kali dipenuhi rasa jatuh cinta yang membuat seseorang cenderung mengabaikan berbagai tanda peringatan. Perasaan bahagia bahkan dapat membuat pasangan terlihat "sempurna", sehingga perilaku yang sebenarnya patut diwaspadai justru dianggap hal biasa.

Padahal, psikolog menilai ada sejumlah pola perilaku yang bisa menjadi sinyal bahwa seseorang belum siap menjalani hubungan yang jujur dan berkomitmen. Meski tanda-tanda ini bukan bukti mutlak seseorang akan berselingkuh, mengenalinya sejak dini dapat membantu Anda membangun hubungan yang lebih sehat.

Baca Juga: Enam Fraksi DPRD Batu Bara Setujui Ranperda APBD 2025 dan Perubahan Status PT Pembangunan Batra Berjaya Menjadi Perseroda

Dilansir dari Your Tango, berikut sembilan red flag yang patut diperhatikan.

1. Sering Memberikan Penjelasan yang Tidak Jelas

Orang yang cenderung tidak jujur biasanya kesulitan menjelaskan keberadaannya secara spesifik. Mereka kerap memberikan jawaban yang samar, menghindari detail, atau melontarkan alasan yang terdengar tidak masuk akal saat ditanya mengenai aktivitasnya.

Jika pola ini terus berulang, hal tersebut layak menjadi perhatian.

2. Intuisi Terus Mengatakan Ada yang Tidak Beres

Kesan pertama sering kali lebih akurat daripada yang disadari.

Psikolog menyarankan agar tidak mengabaikan firasat ketika sejak awal Anda merasa ada ketidaktulusan atau kejanggalan dalam sikap pasangan. Namun, penilaian sebaiknya tetap didasarkan pada perilaku nyata, konsistensi, dan cara mereka memperlakukan orang lain, bukan sekadar penampilan.

Baca Juga: Sule Angkat Bicara soal Putusan PTA Bandung, Tegaskan Tak Lagi Punya Hak atas Warisan Lina Jubaedah

3. Terlalu Sering Melirik Orang Lain

Pada fase awal hubungan, perhatian umumnya tertuju pada pasangan.

Jika seseorang justru gemar menggoda orang lain, terus-menerus memperhatikan lawan jenis yang menarik, atau mudah tergoda oleh peluang romantis baru, hal itu bisa menunjukkan kebutuhan yang tinggi akan sensasi, perhatian, dan validasi dari orang lain.

4. Mudah Memikat Semua Orang, tetapi Minim Empati

Karisma memang merupakan daya tarik. Namun, jika seseorang sangat piawai memuji, mudah membuat semua orang terkesan, tetapi kurang memiliki empati atau sulit mengakui kesalahan, sikap tersebut patut diwaspadai.

Orang dengan karakter seperti ini sering kali lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan perasaan pasangannya.

5. Sulit Mengendalikan Konsumsi Alkohol

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kontrol diri dapat meningkatkan risiko perilaku impulsif, termasuk dalam hubungan asmara.

Bukan berarti setiap orang yang mengonsumsi alkohol pasti berselingkuh. Namun, kebiasaan mabuk berlebihan atau sering kehilangan kendali dapat menjadi faktor risiko tambahan.

Baca Juga: Polres Batu Bara Bongkar Dugaan Peredaran Sabu, MZ Diamankan dengan Barang Bukti 3,67 Gram

6. Terlalu Protektif terhadap Ponsel

Ponsel memang merupakan ranah privasi. Namun, jika pasangan selalu menyembunyikan layar, buru-buru mengunci ponsel, keluar ruangan setiap kali menerima telepon, atau tampak panik ketika pesan mereka terlihat orang lain, perubahan tersebut patut dicermati.

Apalagi jika perilaku itu muncul tiba-tiba dan disertai sikap mencurigakan lainnya.

7. Menganggap Monogami Tidak Penting

Sebagian orang secara terbuka mengungkapkan pandangannya mengenai kesetiaan.

Jika pasangan sering mengatakan bahwa perselingkuhan adalah hal yang wajar, menganggap hubungan monogami tidak realistis, atau terus membela pelaku perselingkuhan, ada baiknya Anda mengevaluasi apakah nilai-nilai yang dianut masih sejalan.

Menurut psikolog, keyakinan seseorang tentang hubungan sering memengaruhi perilaku mereka dalam kehidupan nyata.

8. Masih Terjebak Luka Masa Lalu

Pengalaman dikhianati atau putus cinta yang belum benar-benar pulih dapat terbawa ke hubungan baru.

Akibatnya, seseorang mungkin terus mencurigai pasangan, sulit membangun kepercayaan, atau bahkan terdorong melakukan tindakan balas dendam karena trauma yang belum selesai.

Kondisi ini dapat mengganggu terciptanya hubungan yang sehat.

9. Ceritanya Sering Berubah

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah cerita yang terus berubah.

Jika penjelasan pasangan sering bertentangan dengan ucapan sebelumnya, detailnya berubah-ubah, atau alasan yang diberikan berbeda setiap kali ditanya, jangan langsung mengambil kesimpulan. Namun, perhatikan apakah pola tersebut terus berulang.

Baca Juga: Gen Z Mulai Gandrungi Gaya Vintage dengan Sentuhan Modern

Psikolog menekankan bahwa karakter seseorang lebih tepat dinilai dari konsistensi perilakunya, bukan dari satu atau dua kejadian semata.

Jangan Langsung Menuduh, tetapi Tetap Waspada

Memiliki satu atau dua tanda di atas bukan berarti seseorang pasti akan berselingkuh. Namun, apabila beberapa perilaku tersebut muncul secara bersamaan dan berlangsung terus-menerus, ada baiknya Anda membangun komunikasi yang terbuka serta mengevaluasi arah hubungan.

Hubungan yang sehat tidak hanya dibangun atas dasar rasa cinta, tetapi juga kejujuran, saling percaya, dan konsistensi dalam bersikap. Mengenali red flag sejak awal bukan untuk menumbuhkan rasa curiga, melainkan membantu Anda membuat keputusan yang lebih bijak dalam menjalani sebuah komitmen. (han)

Editor : Johan Panjaitan
red flag psikolog selingkuh pasangan