sumutpos.jawapos.com – Industri perfilman Indonesia akan memasuki babak baru dengan rencana kehadiran jaringan bioskop milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama Sinewara. Jaringan bioskop pelat merah ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem perfilman nasional.
Melansir Instagram @pandemictalks, Sabtu (22/8/2026), kehadiran Sinewara diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap tayangan film di layar lebar, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri kreatif Tanah Air. Selama ini, bisnis jaringan bioskop nasional masih didominasi oleh perusahaan swasta, seperti Cinema XXI yang dikelola PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) dan CGV Cinemas di bawah PT Graha Layar Prima Tbk. (BLTZ).
Sinewara nantinya akan dikembangkan oleh Perum Produksi Film Negara (PFN) bersama sejumlah mitra strategis. Tidak hanya berfungsi sebagai jaringan bioskop, proyek ini juga diarahkan untuk menjadi bagian dari penguatan rantai industri film Indonesia, mulai dari produksi hingga distribusi karya perfilman.
Baca Juga: Singapura Waspadai Ancaman Kabut Asap Lintas Negara dari Kebakaran Hutan Sumatera dan Kalimantan
Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Persero) Riefian Fajarsyah mengatakan, pengembangan Sinewara masih dalam tahap pematangan agar saat diluncurkan dapat menghadirkan layanan yang siap bersaing dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sinewara still on progress, masih dalam penggodokan, kita mematangkan dulu agar produk ini begitu keluar sudah menjadi produk yang matang dan siap dirilis,” ujar Riefian dikutip dari CNBC Indonesia.
Menurut dia, pemerintah juga mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mendukung rencana pengembangan jaringan bioskop tersebut. Beberapa kepala daerah disebut telah menunjukkan ketertarikan terhadap kehadiran Sinewara di wilayahnya.
Baca Juga: Ketua F-PDIP DPRD SU Berang, Minta Kasus Penganiayaan Anak di Dairi Diusut Tuntas
“Insyaallah tahun depan. Sudah ada beberapa kabupaten, kepala daerah sudah ada yang beberapa berkomunikasi dengan saya,” katanya.
Rencana kehadiran Sinewara menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur perfilman nasional, terutama di daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap bioskop.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi bersama pelaku industri, Sinewara diharapkan tidak hanya menjadi tempat pemutaran film, tetapi juga menjadi ruang pertumbuhan ekonomi kreatif serta wadah bagi karya sineas Indonesia untuk menjangkau lebih banyak penonton.
Baca Juga: Penderita Asma Tetap Aman Berolahraga, Ikuti Langkah Ini
Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap film lokal, hadirnya jaringan bioskop BUMN dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi industri film Indonesia agar semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah warganet pun menyambut rencana tersebut dengan antusias. Banyak yang berharap Sinewara tidak hanya hadir di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah yang selama ini belum memiliki fasilitas bioskop memadai. Sebagian lainnya menilai kehadiran bioskop BUMN bisa menjadi peluang bagi film-film lokal agar mendapatkan ruang tayang yang lebih luas.
Namun, publik juga menyoroti pentingnya kualitas layanan, pemilihan lokasi, serta kemampuan Sinewara menghadirkan pengalaman menonton yang mampu bersaing dengan jaringan bioskop swasta yang telah lebih dulu berkembang.(lin)
Editor : Redaksi