Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Zelensky Tolak Serahkan Mineral Langka ke AS

Redaksi Sumutpos.co • Minggu, 16 Februari 2025 | 22:00 WIB
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

SUMUTPOS.CO – Ukraina menolak permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyerahkan sebagian besar sumber daya alam (SDA)-nya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memblokir perjanjian itu dengan alasan AS tidak bisa menjamin keamanan dan memberikan perlindungan.

Permintaan Trump untuk menguasai mineral langka milik Ukraina tidak dibarengi dengan keseriusannya untuk memberikan perlindungan ke negara tersebut. Dia masih ingin bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

’’Perjanjian ini ditandatangani tingkat menteri, sementara saya adalah presiden. Saya tidak mengizinkan menteri untuk menandatangani perjanjian tersebut karena belum siap,’’ kata Zelensky di Munich, Jerman, dilansir Agence France Presse (AFP), Minggu(16/2).

Dia menambahkan, perjanjian tersebut tidak menguntungkan Ukraina. Zelensky juga menyebut tidak melihat adanya jaminan keamanan untuk negaranya.

’’Sumber daya itu bukan milik saya, melainkan milik rakyat,’’ tegasnya. Untuk itu, dia bersikeras memblokir perjanjian tersebut.

Awal minggu ini, Menteri Keuangan Amerika Scott Bessent akan diminta terbang ke Ukraina. Trump ngotot untuk meminta imbal balik dari Ukraina. Sebab, selama ini AS telah membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Pada hari yang sama, pemimpin Eropa meminta pertemuan untuk membahas perang Ukraina vs Rusia. Hal itu terkait rencana Washington mengumumkan pejabatnya akan berkunjung ke Arab Saudi untuk bertemu dengan perwakilan Rusia dan Ukraina.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, penasihat keamanan nasional Mike Waltz, dan utusan Timur Tengah Steve Witkoff akan bertolak ke Arab Saudi. Mereka ditugaskan untuk membicarakan gencatan senjata dengan negosiator Rusia dan Ukraina. Namun, tidak ada kejelasan kapan pertemuan itu dilakukan.

Pertemuan mereka dikhawatirkan akan mengesampingkan kepentingan Eropa. Kepala NATO Mark Rutte mengatakan, Eropa harus mengajukan tawaran yang menarik untuk mengamankan posisi mereka dalam pertemuan untuk membahas perdamaian di Ukraina.

Hari ini Rutte akan pergi ke Prancis. Di Paris, akan ada pertemuan yang diselenggarakan Presiden Prancis Emmanuel Macron. ’’Eropa harus mengambil peran lebih besar dengan NATO daripada bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengamankan Ukraina,’’ kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Sebenarnya di Eropa sudah ada pembicaraan untuk pengerahan pasukan penjaga perdamaian. Itu dilakukan sebagai langkah menunjukkan adanya jaminan keamanan untuk Ukraina. Rencana tersebut mendapat sambutan dari Zelensky dengan alasan tidak bisa bergantung lagi kepada Washington. (jpg/han)

Editor : Redaksi
#zelensky #mineral langka