RIYADH – Chief Executive Officer (CEO) Tesla Elon Musk menyatakan keinginannya untuk menghadirkan layanan robotaksi di Arab Saudi. Pernyataan tersebut disampaikan Musk dalam forum investasi Arab Saudi-Amerika Serikat di Riyadh pada Selasa (13/5) waktu setempat.
Misi Musk bukan semata persaingan yang semakin intens antara Tesla dan Uber dalam pengembangan kendaraan otonom di kawasan Timur Tengah. Melainkan juga karena saat ini Saudi menjadi medan persaingan baru dalam teknologi mobil otonom. Hal itu sejalan dengan visi besar kerajaan Saudi dalam program Vision 2030.
Seperti dilansir dari Business Insider kemarin (14/5), Musk menyampaikan secara langsung visinya itu kepada Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah Alswaha.
”Mobil masa depan pada dasarnya adalah robot di atas empat roda,” kata Musk.
”Saya pikir akan sangat menarik jika kendaraan otonom dapat hadir di Arab Saudi, apabila Anda menyambutnya,” sambung pemilik SpaceX sekaligus penasihat senior Gedung Putih tersebut.
Belum Diluncurkan di Negara Mana Pun
Hanya, Musk tidak mengungkapkan detail waktu peluncuran atau mekanisme operasional robotaksi Tesla di Saudi. Terlebih, hingga kini Tesla memang belum meluncurkan layanan robotaksi secara publik di negara mana pun. Meski, pilot project direncanakan berlangsung di Austin, Texas, bulan depan.
Di sisi lain, Uber telah lebih dulu memantapkan langkah di Saudi. Perusahaan asal AS itu mengumumkan pada 6 Mei bahwa mereka akan mulai mengoperasikan robotaksi di Saudi tahun ini, bekerja sama dengan startup asal Tiongkok Pony.AI. Namun, belum ada tanggal pasti yang diumumkan.
Sebagai tambahan, Uber juga memiliki aplikasi rideshare terkemuka di Timur Tengah, Careem, dan beroperasi di 26 kota di seluruh Saudi. Hal itu memberi Uber keunggulan struktural dibanding pesaing dalam hal penetrasi pasar dan basis pengguna.
Namun, kerja sama Uber dengan Pony.AI tidak lepas dari sorotan. Pada 2022, Pony.AI kehilangan izin operasional di California setelah pelanggaran berkendara yang berulang. Meski demikian, perusahaan ini tetap beroperasi di Tiongkok dan terus menawarkan layanan transportasi otonom di sana. (din/dns/jpg)
Editor : Johan Panjaitan