Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Berapa Jumlah Rudal yang Diluncurkan Iran ke Pangkalan AS di Qatar? Ini Jawabannya

Juli Rambe • Selasa, 24 Juni 2025 | 19:20 WIB
Ilistrasi bendera Iran.
Ilistrasi bendera Iran.

 

SUMUTPOS.CO- Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengeluarkan pernyataan setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Senin malam menargetkan pangkalan udara Al-Udeid milik Amerika Serikat di Qatar dengan serangan rudal yang dahsyat dan kuat dalam operasi dengan nama sandi “Janji Kemenangan”. 

“Menanggapi tindakan agresif dan kurang ajar Amerika Serikat terhadap tempat dan fasilitas nuklir Iran, Angkatan Bersenjata kami yang kuat menghancurkan pangkalan udara pasukan Amerika di Al-Udeid, Qatar beberapa jam yang lalu,” papar pernyataan Iran.

"Jumlah rudal yang digunakan dalam operasi yang sukses ini sama dengan jumlah bom yang digunakan AS dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, dan pangkalan yang menjadi sasaran serangan oleh pasukan kuat Iran itu jauh dari fasilitas perkotaan dan kawasan permukiman di Qatar," ungkap SNSC.

"Langkah ini (serangan rudal Iran) tidak menimbulkan ancaman apa pun terhadap negara sahabat dan persaudaraan kami, Qatar, dan rakyatnya yang mulia, dan Republik Islam Iran tetap berkomitmen menjaga dan melanjutkan hubungan yang hangat dan bersejarah dengan Qatar," papar pernyataan itu.

Serangan rudal Iran pada hari Senin merupakan respons terhadap serangan AS terhadap tiga lokasi nuklir di Iran sehari sebelumnya.

Sementara rezim Zionis melancarkan perang agresi terhadap Iran pada tanggal 13 Juni dan telah menyerang lokasi militer dan nuklir Iran, AS turun tangan dan melakukan serangan militer terhadap tiga lokasi nuklir di Natanz, Fordow, dan Isfahan Iran pada Minggu dini hari. 

Para pejabat Iran mengatakan setelah itu Teheran berhak menggunakan pilihannya sendiri sebagai reaksi terhadap serangan AS. 

Bukan hanya itu, serangan Amerika Serikat itu juga menimbulkan kemarahan rakyat Iran dan meminta negaranya untuk membalas Amerika Serikat.

Sedangkan di Amerika Serikat, Trump mendapat kecaman karena melakukan penyerangan tanpa izin kongres. (bbs/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe