Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Suhu Capai 50 Derajat Celcius, Iran Lakukan Pemadaman Listrik 4 Jam Per Hari

Juli Rambe • Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:30 WIB
Ilustrasi musim panas.
Ilustrasi musim panas.

 

SUMUTPOS.CO- Iran menghadapi cuaca panas ektrem hingga 50 derajat celcius. Ini baru pertama kali terjadi di tengah krisis energi yang melanda Iran.

Kementerian Energi Iran mengklaim bahwa pemadaman listrik dibatasi maksimal dua jam per hari. Tapi nyatanya, pemadaman kerap berlangsung dua kali sehari, masing-masing dua jam, sering kali tanpa pemberitahuan resmi. 

Hal ini memicu frustrasi publik yang meluas, terutama karena kerugian ekonomi yang ditimbulkan, seperti kerusakan alat elektronik hingga kerugian usaha kecil.

Sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan tidak hanya soal ketidakteraturan jadwal, tetapi juga distribusi pemadaman yang dianggap tidak adil.

Banyak warga menyebut informasi dari saluran resmi pemerintah tidak akurat dan tidak mencerminkan kondisi lapangan.

Pada Senin (4/8) malam, kemarahan warga memuncak di kota Fereydunkenar, Provinsi Mazandaran, saat sekelompok penduduk berkumpul di depan kantor distribusi listrik lokal. 

Dalam video yang beredar, seorang pemilik toko mengungkapkan bahwa ia terpaksa membuang dagangan buah-buahannya setiap hari karena listrik yang terus padam, hingga tak mampu membayar sewa maupun gaji karyawan.

Aksi serupa juga terjadi di kota Sabzevar dan Khomam pekan lalu.

Warga menggelar protes di depan kantor pemerintah setempat sebagai bentuk perlawanan atas pemadaman listrik yang terus-menerus.

Meski Kementerian Energi telah berjanji untuk membatasi durasi pemadaman dan menghindari gangguan pada malam hari, kenyataannya pemadaman gelombang kedua kerap terjadi justru pada jam-jam istirahat dan puncak konsumsi.

Ironisnya, pemadaman ini tidak tercatat di sistem resmi “Bargh-e-Man”, aplikasi pelaporan milik pemerintah. Kekacauan informasi juga terlihat dari perbedaan sumber pemberitahuan, demikian dikutip dari Iran Wire.

Di beberapa kota, jadwal pemadaman diumumkan oleh dewan kota atau pemerintah daerah, bukan langsung dari Kementerian Energi, memperjelas adanya ketidaksinkronan dan kurangnya koordinasi dalam manajemen krisis energi.

Iran memang telah lama bergulat dengan krisis energi akibat infrastruktur pembangkit listrik yang menua, sanksi internasional yang menghambat impor suku cadang penting, dan lonjakan permintaan listrik saat musim panas, terutama karena penggunaan pendingin udara yang meningkat drastis. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Iran Kekurangan Energi #Suhu Panas Ekstrem