Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minyakita Langka, Disperindag dan ESDM Sumut Tekan Produsen dan Bulog Percepat Pasokan

J
Penulis: Juli Rambe❯
KORDINASI: Disperindag dan ESDM Sumut rapat koordinasi bersama beberapa Instansi terkait kelangkaan Minyakita yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (28/4/2026) (Dok: Disperindag dan ESDM Sumut).
KORDINASI: Disperindag dan ESDM Sumut rapat koordinasi bersama beberapa Instansi terkait kelangkaan Minyakita yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (28/4/2026) (Dok: Disperindag dan ESDM Sumut).

Advertisement

 

MEDAN, SUMUT POS- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat merespons kelangkaan minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita yang masih terjadi di sejumlah daerah. 

Melalui rapat koordinasi bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Sumut, Perum Bulog, serta puluhan produsen, pemerintah menegaskan perlunya transparansi distribusi dan percepatan pasokan ke pasar.

Advertisement

Rapat digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (28/4/2026), dengan melibatkan sekitar 20 produsen minyak goreng, termasuk unsur BUMN pangan dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto mengungkapkan hingga saat ini kelangkaan Minyakita masih dirasakan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan klaim ketersediaan stok yang disebut aman di tingkat nasional.

Advertisement

Menurutnya, persoalan utama terletak pada distribusi yang belum merata. Karena itu, ia menekankan pentingnya keterbukaan data dari produsen, khususnya terkait alokasi distribusi yang selama ini terbagi antara Bulog dan distributor lini pertama (D1).

"Semua pihak harus terlibat, mulai dari Bulog, ID Food, hingga produsen. Angka alokasi 35 persen untuk Bulog harus jelas berapa kuantumnya dari masing-masing pabrik," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini produsen masih menguasai sekitar 65 persen distribusi ke jaringan D1 mereka. Porsi tersebut dinilai krusial untuk segera didorong masuk ke pasar guna menekan kelangkaan.

Di sisi lain, stok yang dimiliki Bulog untuk wilayah Sumatera Utara masih terbatas, yakni sekitar 400.000 liter. Jumlah ini dianggap belum cukup untuk menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat di provinsi tersebut.

"Perlu ada tambahan pasokan dari alokasi 65 persen tadi agar distribusi bisa lebih optimal," katanya menegaskan.

Advertisement

Artikel Terkait

Hati- hati, Ada Beras Tanpa Label Informasi Dijual di Pasaran

Hati- hati, Ada Beras Tanpa Label Informasi Dijual di Pasaran

Disperindag dan esdm mengawasi pedagang yang menjual beras untuk mengetahui peredaran beras fortifikasi.

Disperindag dan ESDM Sumut Pastikan Dugaan Tambang Ilegal di Paluta Sudah Berhenti

Disperindag dan ESDM Sumut Pastikan Dugaan Tambang Ilegal di Paluta Sudah Berhenti

Disperindag Sumut memantau dugaan tambang ilegal di Padang Lawas Utara. Memastikan tidak beroperasi lagi.

Reklamasi Pascatambang Harus Jadi Motor Ekonomi Hijau

Reklamasi Pascatambang Harus Jadi Motor Ekonomi Hijau

Kadis perindag dan esdm sumut tegaskan kegiatan pascatambang dengan melakukan penghijauan. Dan hilirisasi energi terbarukan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer