SUMUT POS- Krisis politik dan kericuhan berdarah yang terjadi di Nepal, membuat negara- negara tetangganya mulai waspada. India misalnya, negara Bollywood ini mulai memperketat pengawasan di daerah perbatasan.
Langkah ini diambil setelah Perdana Menteri Nepal KP Sharma Oli resmi mengundurkan diri pada Selasa (9/9), usai dua hari kerusuhan yang menewaskan belasan orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Mengutip Hindustan Times, di distrik Darjeeling, Bengal Barat, pasukan paramiliter dan polisi berpatroli ketat di kawasan Panitanki, salah satu pintu masuk utama ke Nepal. Laporan ANI menyebutkan aktivitas perdagangan terganggu, dengan sejumlah truk tertahan di perbatasan.
“Kami sudah dirikan pos polisi khusus dengan pengerahan pasukan tambahan. Situasi terus kami pantau dalam mode siaga penuh,” ujar Praveen Parkash, SP Darjeeling.
Kementerian Luar Negeri India juga meminta seluruh warga negaranya yang berada di Nepal berhati-hati, terutama setelah pemerintah Nepal menetapkan jam malam di Kathmandu dan beberapa kota besar.
Sebagai tanda bahwa situasi semakin genting, sejumlah penerbangan dari Delhi menuju Kathmandu dibatalkan. Air India menyebut pembatalan ini terpaksa dilakukan demi keamanan penumpang.
Bentuk kewaspadaan lainnya dari negara tetangga, pasukan penjaga perbatasan India, Sashastra Seema Bal (SSB), juga memperketat pengawasan untuk mencegah dampak kerusuhan meluas ke wilayah India. Pejabat keamanan menegaskan, status siaga ini bersifat preventif meski kondisi masih terkendali.
Perbatasan India–Nepal sepanjang lebih dari 1.700 km memang unik karena memungkinkan warganya melintas bebas tanpa visa.
Hubungan dekat ini memudahkan interaksi sosial-ekonomi, tetapi juga rentan terganggu bila Nepal mengalami instabilitas politik.
Situasi ini bukan pertama kalinya India mengeluarkan status waspada terkait kondisi di Nepal. Pada 2015, ketika protes besar-besaran komunitas Madhesi terjadi, perdagangan lintas batas sempat lumpuh, memicu ketegangan diplomatik kedua negara. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe