Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Majelis Umum PBB Siap Akui Palestina sebagai Negara Merdeka, Indonesia Nyatakan Dukungan Tegas

Johan Panjaitan • Senin, 22 September 2025 | 12:25 WIB
DARURAT: Anggota Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat pada Minggu (22/6). foto: Tempo
DARURAT: Anggota Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat pada Minggu (22/6). foto: Tempo

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Dukungan global terhadap kemerdekaan Palestina semakin kuat. Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dimulai hari ini diperkirakan akan mengukuhkan pengakuan resmi atas Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat.

Indonesia menjadi salah satu negara yang menyuarakan dukungan kuat. Presiden RI Prabowo Subianto, yang memimpin langsung delegasi Indonesia dalam sidang tersebut, dijadwalkan menyampaikan pernyataan resmi dukungan Indonesia terhadap Palestina.

“Indonesia konsisten memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk merdeka dan berdaulat. Ini adalah bagian dari amanat konstitusi,” tegas Presiden Prabowo sebelumnya.

Deklarasi New York: Langkah Awal Pengakuan Palestina

Dukungan terhadap Palestina sebenarnya telah tercermin dalam Resolusi PBB yang diadopsi pada Jumat (12/9/2025). Resolusi tersebut menyepakati Deklarasi New York, yang menguatkan solusi dua negara (two-state solution) sebagai jalan damai untuk konflik Israel-Palestina, dan sekaligus mengakui status Palestina sebagai negara.

Sebanyak 142 negara mendukung resolusi itu, hanya 10 negara menolak, dan 12 lainnya abstain. Dalam sidang Majelis Umum PBB yang berlangsung hari ini, jumlah negara pendukung diprediksi terus bertambah.

AS Cabut Visa Delegasi Palestina, Mahmoud Abbas Berpidato via Video

Meski dukungan global terus meluas, Amerika Serikat dan Israel tetap menolak pengakuan atas Palestina sebagai negara merdeka. Bahkan, pemerintah AS dilaporkan mencabut visa bagi 90 anggota delegasi Palestina, termasuk Presiden Mahmoud Abbas.

Akibatnya, Mahmoud Abbas dijadwalkan menyampaikan pidato secara virtual dalam sidang Majelis Umum PBB tersebut.

Negara-Negara Barat Mulai Akui Palestina

Sejumlah negara Barat yang sebelumnya cenderung berhati-hati, kini mulai menyatakan dukungan terbuka terhadap kemerdekaan Palestina. Negara-negara seperti Prancis, Inggris, Kanada, Belgia, dan Australia telah menyatakan akan mengakui Palestina secara resmi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa keputusan Prancis untuk mengakui Palestina telah melalui proses diplomatik intensif bersama Arab Saudi selama enam bulan terakhir.

"Pengakuan terhadap negara Palestina kini telah didukung oleh 145 negara. Ini adalah langkah diplomatik penting untuk menghentikan perang dan membangun perdamaian," ujar Macron.

Israel Terus Serang Gaza, Dunia Desak Gencatan Senjata

Serangan brutal militer Israel di Gaza terus menuai kecaman. Ribuan warga sipil Palestina dilaporkan tewas, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. Kota Gaza hancur lebur akibat agresi militer yang diklaim Israel sebagai operasi melawan kelompok Hamas.

Meski begitu, dunia internasional mulai melihat bahwa akar permasalahan bukan hanya konflik bersenjata, melainkan belum terwujudnya negara Palestina yang berdaulat.

Menariknya, sebagian warga Israel sendiri mulai menyerukan rekonsiliasi dan perdamaian. Salah satunya adalah Maoz Inon, pria 49 tahun yang kehilangan kedua orang tuanya dalam serangan Hamas. Namun, ia memilih untuk menolak balas dendam dan menggalang petisi perdamaian.

“Kami muak dengan perang. Kami ingin perdamaian. Sudah saatnya dunia mengakui Palestina agar pembunuhan ini berhenti,” ujar Maoz, yang kini menjadi simbol gerakan rekonsiliasi di Israel.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#israel #amerika #indonesia #presiden ri prabowo subianto #palestina #sidang majelis pbb