Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Trump Ultimatum Hamas 3 Hari: Terima Perdamaian atau “Bayar di Neraka”

Johan Panjaitan • Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:45 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan kenakan tarif 10 persen tergabung BRICS.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan kenakan tarif 10 persen tergabung BRICS.

WASHINGTON, Sumutpos.jawapos.com-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada Hamas agar menerima rencana perdamaian dan rekonstruksi Gaza dalam waktu tiga hingga empat hari. Jika tidak, ia memperingatkan kelompok militan tersebut akan “membayar di neraka”.

“Kami hanya butuh satu tanda tangan, dan tanda tangan itu akan membayar di neraka jika tidak dilakukan,” tegas Trump, dikutip dari The Guardian.

Trump menambahkan, bila Hamas menolak atau melanggar kesepakatan, Washington akan mendukung Israel melanjutkan ofensif militernya. Dukungan itu diamini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. “Kami akan mengambil kembali semua sandera hidup-hidup dan sehat, sementara militer tetap berada di sebagian besar Gaza,” ujarnya.

Rencana ini memicu perdebatan internal di Israel. Kalangan moderat menyambut baik gagasan perdamaian, sementara menteri-menteri sayap kanan mengancam keluar dari koalisi jika perang dihentikan tanpa “kemenangan total”.

Di sisi Palestina, berbagai faksi menilai proposal tersebut berat sebelah dan jauh dari realistis.

Kasus Aktivis Pro-Palestina

Sementara itu, kebijakan Trump di dalam negeri juga menuai kritik. Hakim federal AS William Young memutuskan bahwa deportasi mahasiswa asing pro-Palestina oleh pemerintahan Trump tidak dibenarkan.

“Mereka tetap memiliki perlindungan konstitusional. Kita tidak boleh menjadi negara yang memenjarakan dan mendeportasi orang hanya karena takut dengan apa yang mereka katakan,” ujar Young dalam sidang, dikutip dari Al Jazeera.

Dalam persidangan, pemerintah federal mengakui menggunakan Canary Mission, situs kontroversial yang mendata aktivis pro-Palestina, untuk menargetkan deportasi. Kasus ini diajukan oleh American Association of University Professors, yang menolak langkah Trump menekan dunia akademik agar sejalan dengan pandangan sayap kanan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#donald trump #gaza #Ultimatum #hamas