Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Militer Myanmar Gerebek Pusat Penipuan Online, 350 WNA dan 10 Ribu Ponsel Ditahan

Juli Rambe • Kamis, 20 November 2025 | 00:44 WIB
Sebanyak 339 WNI diamankan  dalam pemberantasan penipuan daring atau online scam di Kamboja.
Sebanyak 339 WNI diamankan dalam pemberantasan penipuan daring atau online scam di Kamboja.

 

SUMUT POS- Militer Myanmar menggerebek pusat penipuan online besar di kawasan perbatasan Thailand, Shwe Kokko. Dalan penggerebekkan tersebut, ditangkap hampir 350 warga negara asing dan 10 ribu ponsel.

Langkah ini menjadi bagian dari operasi besar-besaran yang gencar dipublikasikan untuk menindak maraknya kompleks pasar gelap.

Penindakan ini dilakukan di tengah sorotan internasional terkait "pabrik-pabrik penipuan" di perbatasan Myanmar yang rusak akibat perang berkepanjangan.

Kawasan tersebut selama ini menjadi pusat kejahatan terorganisir yang menargetkan pengguna internet dengan penipuan asmara hingga bisnis, dengan nilai kerugian mencapai puluhan miliar dolar setiap tahun

Selama bertahun-tahun, junta Myanmar dituding membiarkan operasi penipuan tersebut. Namun sejak Februari, mereka mulai melakukan tindakan lebih tegas setelah mendapat tekanan kuat dari China, sekutu militer, yang geram karena banyak warganya terlibat sekaligus menjadi korban dalam jaringan kejahatan ini.

Sejumlah analis menilai penggerebekan yang dilakukan sejak bulan lalu juga bertujuan sebagai propaganda politik. Operasi ini disebut untuk meredam Beijing tanpa mengganggu aliran keuntungan besar yang mengalir ke kelompok-kelompok milisi sekutu junta.

Media pemerintah The Global New Light of Myanmar melaporkan bahwa pasukan militer menyerbu Shwe Kokko pada Selasa pagi. Dalam operasi tersebut, 346 warga negara asing yang sedang diselidiki berhasil ditangkap.

"Nyaris 10.000 ponsel yang digunakan untuk operasi judi online disita," tulis laporan tersebut, dikutip dari AFP, Rabu (19/11/2025).

Sejak pandemi COVID-19, wilayah perbatasan yang menghubungkan Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja telah menjadi pusat penipuan daring.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, wilayah-wilayah ini telah menghasilkan miliaran dolar melalui perdagangan manusia terhadap ratusan ribu orang yang dipaksa bekerja di kompleks-kompleks penipuan. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe
#penipuan online #Militer Myanmar