sumutpos.jawapos.com – Pemerintah Thailand mengambil langkah darurat dengan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN) guna menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini diambil setelah pemerintah mengungkap cadangan minyak nasional berada pada level yang mengkhawatirkan.
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (11/3/2026), Pemerintah Thailand menyebutkan stok minyak yang tersedia diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua bulan ke depan apabila tidak ada tambahan pasokan. Situasi tersebut mendorong pemerintah mencari cara cepat untuk menekan konsumsi energi, termasuk mengurangi mobilitas pegawai negeri.
Melalui kebijakan tersebut, sejumlah instansi pemerintah diminta memberlakukan sistem kerja jarak jauh bagi pegawai yang tidak harus hadir secara fisik di kantor. Dengan cara ini, penggunaan kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas diharapkan dapat berkurang sehingga konsumsi BBM ikut menurun.
Selain WFH, pemerintah juga mendorong berbagai langkah penghematan energi lainnya, seperti mengurangi perjalanan dinas, membatasi penggunaan listrik di kantor pemerintahan, serta mengatur penggunaan pendingin ruangan agar lebih efisien.
Kebijakan ini muncul di tengah ketidakpastian pasokan energi global yang dipicu oleh situasi geopolitik dan gangguan distribusi minyak dunia.
Kabar kebijakan WFH di Thailand ini juga ramai dibahas oleh netizen di X dan Instagram. Banyak warganet Indonesia yang memberikan tanggapan beragam.
“Kalau di Indonesia diterapkan juga mungkin lumayan mengurangi macet dan konsumsi BBM,” tulis seorang netizen.
Netizen lain menyoroti kondisi cadangan minyak Thailand yang disebut hanya tersisa dua bulan. “Cadangan minyak tinggal dua bulan? Ngeri juga. Berarti negara harus cepat cari solusi energi alternatif,” komentar pengguna lainnya.
Ada juga yang melihat sisi positif dari kebijakan tersebut. “WFH sebenarnya bukan cuma hemat BBM, tapi juga hemat waktu di jalan. Produktivitas malah bisa lebih baik,” tulis netizen.
Namun sebagian netizen juga menganggap kebijakan tersebut menunjukkan situasi energi yang cukup serius. “Kalau sampai ASN disuruh WFH demi hemat BBM, berarti memang lagi krisis,” komentar warganet lainnya.
Perbincangan ini pun memunculkan diskusi lebih luas mengenai ketahanan energi dan pentingnya diversifikasi sumber energi di berbagai negara.(lin)
Deskripsi:
Tagar:
#Thailand #WFH #KrisisEnergi #HematBBM #BeritaDunia #Viral #NetizenIndonesia #EnergiDunia
Teksfoto:
Editor : Redaksi