Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, AS Ancam Lakukan Pengeboman

Johan Panjaitan • Senin, 20 April 2026 | 09:00 WIB
Selat Hormuz. (hidayahtulah)
Selat Hormuz. (hidayahtulah)

 

TEHERAN, Sumutpos.jawapos.com- Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali memanas setelah Iran secara tegas menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi dunia. Langkah ini bukan sekadar pernyataan politik. Dua kapal asal India yang mencoba melintas terpaksa berbalik arah setelah mendapat serangan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Kedua kapal tersebut, Sanmar Herald—tanker pengangkut minyak mentah—dan Jag Arnav—kapal kargo curah—dipaksa mundur ke perairan Teluk Persia. Insiden ini terjadi hanya sehari setelah Iran sempat membuka kembali jalur pelayaran dengan syarat koordinasi ketat bersama otoritas Teheran.

Dalam pernyataan resminya yang disiarkan Press TV, IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz kini ditutup sepenuhnya hingga Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap pelabuhan dan kapal Iran. Ancaman pun disampaikan tanpa ambiguitas: setiap pelanggaran akan dianggap sebagai target sah.

Baca Juga: Jaga Keamanan Sistem Kelistrikan, PLN UP3 Padangsidimpuan Sinergi dengan Polres Mandailing Natal 

Langkah tersebut segera memicu respons keras dari Presiden AS Donald Trump. Mengutip NewsNation, Trump memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan hingga Rabu (22/4), operasi militer—termasuk pengeboman—akan kembali dilakukan. Tanggal tersebut menandai berakhirnya gencatan senjata dua pekan yang dimulai sejak 8 April, yang sejauh ini gagal menghasilkan titik temu meski telah dimediasi di Islamabad.

Di balik eskalasi terbuka, jalur diplomasi masih bergerak dalam senyap. Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf mengungkap adanya kemajuan dalam perundingan, meski sejumlah isu krusial—terutama terkait nuklir dan kontrol atas Selat Hormuz—masih menjadi ganjalan utama. Pernyataan itu disampaikan kepada media seperti Middle East Eye.

Ghalibaf bahkan melangkah lebih jauh dengan menyatakan bahwa Iran telah meraih keunggulan strategis dalam konflik melawan AS dan Israel, melalui strategi atrisi yang menguras daya tahan lawan. Klaim tersebut sekaligus mencerminkan sikap percaya diri Teheran dalam menghadapi tekanan militer maupun diplomatik. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kapal india #selat hormuz #iran #as