Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Biaya Perang Amerika Serikat Melawan Iran Capai Rp400 Triliun

Juli Rambe • Jumat, 1 Mei 2026 | 06:00 WIB
Dampak perang nuklir tetap berpotensi memicu krisis global yang memengaruhi seluruh dunia. (Instagram @pandemictalks)
Dampak perang nuklir tetap berpotensi memicu krisis global yang memengaruhi seluruh dunia. (Instagram @pandemictalks)

 

SUMUT POS- Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengungkap estimasi resmi biaya perang melawan Iran. Angkanya mencengangkan, dilaporkan mencapai USD 25 miliar atau sekitar Rp400 triliun, menurut pejabat senior Pentagon.

Pernyataan itu disampaikan dalam sidang Kongres pada Rabu, saat tekanan politik terhadap pemerintahan Donald Trump semakin meningkat menjelang pemilu paruh waktu (midterm).

Mengutip Reuters, Jules Hurst, pejabat yang menjalankan fungsi pengawas anggaran Pentagon, mengatakan sebagian besar biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan amunisi.

Baca Juga: Bapeg Sumut Evaluasi Kebijakan WFH ASN Selama Sebulan, Disiplin dan Kinerja Jadi Fokus Utama

Namun, ia tidak merinci secara detail komponen perhitungan tersebut, termasuk apakah sudah mencakup biaya rekonstruksi pangkalan militer di Timur Tengah yang rusak akibat konflik.

Pernyataan itu langsung mendapat respons dari anggota Kongres dari Partai Demokrat, Adam Smith.

"Saya senang Anda akhirnya menjawab pertanyaan itu. Karena kami sudah lama sekali menanyakannya, dan tidak ada yang memberi angka pasti," ujar Smith.

Besarnya biaya perang ini setara dengan total anggaran tahunan NASA. Meski demikian, metode perhitungan angka USD 25 miliar itu masih dipertanyakan.

Pasalnya, sumber sebelumnya menyebut bahwa hanya dalam enam hari pertama perang, biaya yang dikeluarkan AS sudah mencapai sedikitnya USD 11,3 miliar.

Saat menghadapi pertanyaan kongres, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, membela besarnya biaya tersebut. Ia menegaskan bahwa pengeluaran itu sepadan dengan tujuan strategis AS.

"Berapa yang akan Anda bayar untuk memastikan Iran tidak memiliki bom nuklir? Berapa?" kata Hegseth di hadapan anggota parlemen.

Ia juga menolak anggapan bahwa perang ini menjadi 'kubangan' (quagmire), dan justru menyerang kritik dari kubu Demokrat sebagai sikap yang melemahkan posisi AS.

Pentagon telah mengerahkan puluhan ribu pasukan tambahan ke Timur Tengah, termasuk menempatkan tiga kapal induk di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, tercatat 13 tentara AS tewas dan ratusan lainnya terluka dalam konflik tersebut.

Menurut data American Automobile Association, harga bensin rata-rata di AS bahkan mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.

Kenaikan harga ini menjadi isu sensitif bagi pemilih, terutama saat inflasi kembali meningkat dan dapat memengaruhi peluang politik Partai Republik dalam pemilu mendatang.

Di sisi lain, Partai Demokrat berupaya mengaitkan perang Iran dengan tekanan biaya hidup yang dirasakan masyarakat. (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe
#biaya perang as lawan iran #biaya perang #iran melawan as