Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

AS-Tiongkok Bersaing Kuasai Teknologi Antariksa

Johan Panjaitan • Selasa, 26 Mei 2026 | 12:45 WIB
ILUSTRASI:Wahana antariksa india chandrayaan-3 resmi mendarat di-bulan. (wahananews)
ILUSTRASI:Wahana antariksa india chandrayaan-3 resmi mendarat di-bulan. (wahananews)

 

SHANGHAI, Sumutpos.jawapos.com – Persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kini meluas hingga ke orbit Bumi. Dua kekuatan ekonomi dunia itu berlomba menguasai teknologi komputasi antariksa, kecerdasan buatan (AI), hingga pengolahan data di luar angkasa yang diproyeksikan menjadi fondasi baru infrastruktur digital global.

Laporan South China Morning Post, Senin (25/5), menyebut Amerika Serikat masih memimpin dalam teknologi peluncuran satelit murah melalui penggunaan roket reusable atau roket yang dapat dipakai ulang. Keunggulan tersebut ditopang pesatnya perkembangan industri antariksa swasta, terutama melalui SpaceX milik Elon Musk.

Selain mengoperasikan jaringan satelit Starlink, SpaceX kini mulai mengembangkan konsep pusat data orbital, yakni sistem pemrosesan data yang dilakukan langsung di luar angkasa tanpa harus seluruhnya dikirim kembali ke pusat pengolahan di Bumi.

Baca Juga: FEB UMA Gelar Community Service Responsibility di Malaysia

Namun, Tiongkok bergerak cepat mengejar ketertinggalan dengan strategi berbeda. Negeri Tirai Bambu itu fokus membangun kapasitas komputasi berbasis orbit sebagai bagian dari ambisi memperkuat kemandirian teknologi antariksa nasional.

Akademisi Chinese Academy of Engineering, Wang Jian, menyebut pengembangan daya komputasi dan kecerdasan buatan di luar angkasa menjadi arah baru transformasi industri antariksa Tiongkok.

Salah satu proyek unggulan yang kini dipacu adalah Three-Body Computing Constellation yang dikembangkan Zhejiang Lab. Program ambisius tersebut menargetkan pembangunan 1.000 satelit komputasi yang mampu memproses data secara mandiri di orbit.

Dengan sistem itu, satelit tidak lagi sekadar menjadi alat pengumpul dan pengirim data, melainkan berubah menjadi pusat komputasi aktif yang dapat menganalisis dan mengolah informasi langsung di luar angkasa.

Baca Juga: BNNK Tebing Tinggi Gelar “Saber Bersinar 2026”, 13 Orang Positif Narkoba

“Konsep komputasi antariksa memungkinkan satelit tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul dan pengirim data, tetapi juga sebagai pusat pemrosesan data secara mandiri di luar angkasa,” ujar Lin Guangrong dari GalaxySpace.

Persaingan ini dipandang sebagai babak baru perlombaan teknologi global setelah dominasi sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan di Bumi. Negara yang mampu menguasai komputasi antariksa diyakini akan memiliki keunggulan strategis besar, baik dalam bidang komunikasi, pertahanan, ekonomi digital, hingga eksplorasi luar angkasa di masa depan. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Antara anyer dan jakarta #tiongkok #teknologi #ai #as