Rusia Mulai Produksi Massal RITM-200, Reaktor Nuklir Ringkas untuk Wilayah Terpencil

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 15:17 WIB
nuklir. (ilustrasi) FOTO: Univison
nuklir. (ilustrasi) FOTO: Univison

 

MOSKOW, Sumutpos.jawapos.com – Rusia mulai memperluas penggunaan teknologi nuklir modular dengan memproduksi secara massal reaktor RITM-200. Reaktor yang semula dikembangkan sebagai sumber tenaga kapal pemecah es bertenaga nuklir kini diarahkan untuk memasok energi di wilayah terpencil hingga membuka peluang penggunaan di pasar internasional.

Perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, disebut telah memproduksi 15 unit RITM-200 dan kini mengerjakan 13 unit tambahan. Produksi tersebut menjadi bagian dari strategi Moskow mengembangkan reaktor modular berukuran lebih kecil yang dapat ditempatkan di wilayah dengan akses terhadap sumber energi konvensional yang terbatas.

Kepala Rosatom Alexey Likhachev mengatakan RITM-200 memiliki karakteristik yang sesuai untuk daerah terisolasi dan sulit dijangkau.

Baca Juga: Jennie dan Ji-soo BLACKPINK Siap Hadirkan Karya Baru, Rilis di Akhir Agustus dan Awal September

“Rusia menjadi satu-satunya negara yang memproduksi reaktor jenis tersebut secara massal,” kata Alexey, seperti dilansir Interesting Engineering, Minggu (24/8/2026).

Desain Integral Jadi Keunggulan

RITM-200 dikembangkan dengan desain integral yang membuat sejumlah komponen utama berada dalam satu sistem yang lebih ringkas.

Inti reaktor, pembangkit uap, serta komponen penting lainnya ditempatkan dalam satu bejana bertekanan. Konsep tersebut berbeda dengan desain reaktor laut konvensional yang membutuhkan jaringan pipa berukuran besar untuk menghubungkan berbagai komponen utama.

Desain yang lebih kompak memungkinkan sistem pembangkit tenaga nuklir memiliki ukuran dan bobot yang lebih rendah. Karakteristik inilah yang menjadi salah satu alasan teknologi RITM-200 dinilai cocok untuk kebutuhan energi di lokasi yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

Teknologi tersebut telah digunakan pada kapal pemecah es Project 22220, armada yang dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem di kawasan Arktik.

Baca Juga: Lahan Sengaja Dibakar untuk Ditanami Sawit, Polisi Tetapkan 72 Tersangka Karhutla

Ukuran reaktor yang lebih ringkas membantu menghemat ruang dan bobot kapal. Pada saat yang sama, kapal pemecah es tetap dapat beroperasi di wilayah perairan laut dalam maupun kawasan yang lebih dangkal.

Dari Kapal Pemecah Es ke Pembangkit Listrik

Pengembangan RITM-200 menunjukkan bagaimana teknologi yang awalnya dirancang untuk kebutuhan maritim mulai diarahkan menuju penggunaan energi yang lebih luas.

Rusia melihat reaktor modular sebagai salah satu opsi untuk menyediakan listrik di kawasan terpencil yang sulit terhubung dengan jaringan listrik berskala besar. Teknologi semacam ini berpotensi menjadi alternatif bagi wilayah yang membutuhkan sumber energi stabil tetapi menghadapi kendala geografis dan infrastruktur.

Dengan 15 unit telah diproduksi dan 13 unit tambahan dalam pengerjaan, Rosatom kini berupaya meningkatkan kapasitas produksinya.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
reaktor nuklir rusia teknologi Terpencil