Singapura Siapkan Rp976 Juta untuk Setiap Anak, Upaya Tekan Krisis Kelahiran

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:53 WIB
Ilustrasi. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan bahwa setiap anak warga negara Singapura akan mendapatkan dukungan finansial langsung hampir mencapai S$70.000 atau sekitar Rp976 juta selama masa pertumbuhan hingga berusia 17 tahun.(Instagram @Instagram @lambegosiip)
Ilustrasi. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan bahwa setiap anak warga negara Singapura akan mendapatkan dukungan finansial langsung hampir mencapai S$70.000 atau sekitar Rp976 juta selama masa pertumbuhan hingga berusia 17 tahun.(Instagram @Instagram @lambegosiip)

 

sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Singapura meluncurkan skema dukungan finansial baru bagi keluarga yang memiliki anak. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi menghadapi tantangan rendahnya angka kelahiran yang terus menjadi perhatian negara tersebut.

Melansir Instagram @lambegosiip, Selasa (25/8/2026), Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan bahwa setiap anak warga negara Singapura akan mendapatkan dukungan finansial langsung hampir mencapai S$70.000 atau sekitar Rp976 juta selama masa pertumbuhan hingga berusia 17 tahun.

Pengumuman tersebut disampaikan Wong dalam pidato National Day Rally 2026 pada Minggu (23/8). Ia mengatakan, dukungan tersebut dirancang untuk membantu keluarga dalam membiayai kebutuhan anak sejak lahir hingga memasuki pendidikan lanjutan.

Baca Juga: Jadwal Konser EXO di Seoul

Pada tahap awal kelahiran, setiap bayi akan menerima sejumlah bantuan. Pemerintah memberikan baby gift sebesar S$10.000 atau sekitar Rp139 juta, hibah MediSave sebesar S$5.000 atau sekitar Rp70 juta, serta Child Development Account (CDA) dengan hibah awal S$5.000 dan matching grant hingga S$5.000.

Bantuan tidak berhenti setelah masa bayi. Pemerintah Singapura juga menyiapkan child credits sebesar S$2.000 atau sekitar Rp28 juta setiap tahun mulai usia 1 hingga 16 tahun.

Selain itu, anak-anak juga akan mendapatkan tambahan saldo Edusave selama menjalani pendidikan sekolah dasar dan menengah. Ketika memasuki usia 17 tahun, pemerintah akan memberikan tambahan S$10.000 atau sekitar Rp139 juta ke dalam Post-Secondary Education Account (PSEA).

Baca Juga: Per Selasa, Korban Gempa NTT Menjadi 103 Meninggal Dunia, 1.666 Luka- luka

"Jika dijumlahkan, setiap anak warga Singapura akan menerima hampir S$70.000 dalam bentuk dukungan finansial langsung sepanjang masa pertumbuhannya," ujar Lawrence Wong.

Menurut Wong, skema tersebut dibuat dengan prinsip pemerataan karena seluruh anak mendapatkan tingkat dukungan yang sama. Dengan demikian, keluarga yang memiliki lebih banyak anak secara keseluruhan akan menerima manfaat finansial yang lebih besar.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah Singapura untuk mendorong masyarakat memiliki lebih banyak anak di tengah penurunan angka kelahiran. Negara tersebut selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan demografi akibat meningkatnya usia pernikahan dan perubahan pola keluarga.

Di media sosial, kebijakan Singapura ini ramai diperbincangkan. Sejumlah warganet menilai langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu keluarga muda menghadapi tingginya biaya membesarkan anak.

Baca Juga: Lagi, Aktor Revaldo Ditangkap karena Narkoba

Sebagian lainnya membandingkan kebijakan itu dengan kondisi di negara lain, terutama terkait biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan anak yang terus meningkat. Ada pula yang menilai bantuan finansial saja tidak cukup tanpa dukungan berupa ketersediaan waktu bagi orang tua, tempat tinggal yang terjangkau, serta lingkungan kerja yang ramah keluarga.

Melalui program tersebut, Singapura berharap keluarga tidak lagi melihat biaya pengasuhan sebagai hambatan utama untuk memiliki anak, sekaligus menjaga keberlanjutan jumlah penduduk di masa depan.(lin)

Editor : Redaksi
Lawrence Wong Krisis Kelahiran Bantuan Anak Kebijakan Keluarga singapura