Update Banjir Bandang Nepal, 95 Tewas dan Ratusan Wisatawan Hilang, Puluhan Pekerja Terjebak

Juli Rambe • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:00 WIB
Video banjir bandang di Nepal. (Dok: BBC)
Video banjir bandang di Nepal. (Dok: BBC)

 

SUMUT POS- Korban Banjir bandang yang melanda Nepal dan perbatasan China pada Rabu (26/8/2026) tercatat sudah 95 orang, dan ratusan wisatawan asing hilang. Kemungkinan korban akan bertambah karena evakuasi masih berlangsung.

Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal mengatakan banjir diduga terjadi setelah gempa bumi memicu tanah longsor besar.

Longsor tersebut kemudian menghalangi aliran Sungai Bhote Koshi hingga menyebabkan air meluap di Himalaya yang menjadi perbatasan Nepal dan Tibet di China.

Baca Juga: Eks Dirut PT PASU Djoko Sutrisno Dituntut 16,5 Tahun

"Gempa bumi terjadi pukul 08.37 pagi tadi, dan akibatnya terjadi tanah longsor besar yang menghalangi aliran sungai, yang tampaknya menyebabkan banjir," kata Khanal dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat Nepal.

Dikutip dari Reuters, para pejabat menyatakan bahwa 384 wisatawan, yang terdiri dari 291 orang yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, India, dan Malaysia—dilaporkan hilang akibat banjir bandang. Sedangkan korban meninggal mencapai 95 orang.

Ketinggian air yang ekstrem menghalangi helikopter untuk mendarat di wilayah terdampak Nepal, yakni Syapru Besi dan Timure di distrik pegunungan Rasuwa yang berpenduduk sekitar 50.000 jiwa. 

"Kemungkinan ada banyak korban jiwa atau kerugian harta benda," ujar administrator distrik Narendra Pariyar kepada kantor berita Reuters. 

Pariyar mengimbau warga yang tinggal di bantaran Sungai Bhote Koshi di wilayah tersebut untuk mencari tempat yang lebih tinggi, mengingat adanya laporan bahwa desa-desa dan lokasi proyek infrastruktur di sekitarnya telah tersapu banjir.

Di seberang perbatasan, Tibet melaporkan adanya "korban jiwa dalam jumlah besar" dan orang-orang yang hilang di wilayah tetangga Gyirong setelah tanah longsor menghantam jalur lintas darat antara Tiongkok dan Nepal, demikian dilaporkan kantor berita resmi Xinhua.

Tanah longsor tersebut menghantam wilayah Gyirong di Tiongkok, memutus akses jalan, komunikasi, dan aliran listrik di wilayah Shigatse. Presiden Xi Jinping mendesak upaya "maksimal" untuk mencari korban hilang, serta menyerukan penguatan sistem pemantauan dan peringatan dini guna mencegah bencana susulan.

Video yang dibagikan oleh Kepolisian Nepal dan pihak lain di media sosial memperlihatkan derasnya aliran air berlumpur yang menerjang lembah pegunungan. 

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan memyatakan, delapan warga Korea Selatan yang bekerja di sebuah pembangkit listrik tenaga air dilaporkan hilang, sementara 10 orang lainnya terjebak. 

Sementara itu, Korea Selatan telah membentuk satuan tugas yang dipimpin oleh menteri luar negeri dan berencana mengirimkan tim tanggap cepat gabungan yang terdiri dari pejabat pemerintah serta aparat pemadam kebakaran dan kepolisian ke Nepal sesegera mungkin. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
banjir bandang nepal banjir bandang tibet korban banjir bandang nepal