Kabut Asap Kalimantan Ganggu Udara Sarawak, Malaysia Lakukan Penyemaian Awan

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:00 WIB
Pemerintah Malaysia mengambil langkah mitigasi dengan melakukan operasi penyemaian awan atasi polusi udara.(Instagram @pandemictalks)
Pemerintah Malaysia mengambil langkah mitigasi dengan melakukan operasi penyemaian awan atasi polusi udara.(Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dilaporkan melintasi perbatasan hingga berdampak pada kualitas udara di Sarawak, Malaysia. Kondisi tersebut membuat pemerintah setempat mengambil langkah mitigasi dengan menggelar operasi penyemaian awan.

Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (10/9/2026), operasi penyemaian awan dilakukan sebagai upaya mengurangi konsentrasi polutan sekaligus meningkatkan cadangan air di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan setelah beberapa kawasan di Sarawak mencatat indeks pencemaran udara pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Pemerintah Sarawak menargetkan operasi tersebut menyasar tiga bendungan pembangkit listrik tenaga air serta 13 kawasan tangkapan air. Kegiatan ini melibatkan sejumlah lembaga, termasuk Angkatan Udara Malaysia, Badan Nasional Pengurusan Bencana (NADMA), dan Departemen Meteorologi Malaysia.

Baca Juga: New York Batasi AI Generatif untuk Siswa Sekolah

Penyemaian awan dilakukan dengan harapan dapat memicu turunnya hujan sehingga membantu membersihkan partikel polutan di udara. Selain itu, tambahan curah hujan juga diharapkan memperkuat ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat dan operasional bendungan.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menyatakan tidak keberatan atas permintaan dukungan tersebut. Koordinasi teknis dilakukan bersama TNI untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan aman, terutama terkait jalur penerbangan lintas negara.

Persoalan kabut asap akibat karhutla menjadi isu regional yang kerap melibatkan negara-negara Asia Tenggara. Dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah sumber kebakaran, tetapi juga dapat meluas ke kawasan perbatasan akibat pergerakan angin.

Baca Juga: Viral Program Pendidikan Anwar Hafid, Sulteng Pilih Bangun SDM

Pemerintah Indonesia terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik api di sejumlah wilayah, sementara kerja sama lintas negara menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak lingkungan yang bersifat transnasional.(lin)

Editor : Redaksi
Sarawak kabut asap kalimantan karhutla malaysia