Saudi Klaim Drone Houthi Incar Makkah, Pengamanan Dua Masjid Suci Diperketat

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:00 WIB
HAJI:  Jamaah haji asal Indonesia saat berada di Makkah. Kemenag saat ini terus berupaya agar BPIH lebih proporsional.
HAJI: Jamaah haji asal Indonesia saat berada di Makkah. Kemenag saat ini terus berupaya agar BPIH lebih proporsional.

 

RIYADH, Sumutpos.jawapos.com– Arab Saudi memperketat kewaspadaan di sekitar kota suci Makkah setelah otoritas setempat mengklaim berhasil mencegat sebuah drone Houthi di wilayah selatan Makkah, Selasa (15/9) malam waktu setempat.

Drone tersebut dicegat sebelum memasuki wilayah udara terbatas di atas Makkah. Otoritas Saudi menyebut insiden itu sebagai upaya Houthi menargetkan kota suci tersebut. Namun, klaim itu langsung dibantah kelompok Houthi.

Juru Bicara Koalisi Pimpinan Saudi untuk Yaman Mayor Jenderal Turki Al-Maliki mengatakan, drone tersebut berhasil dicegat Royal Saudi Air Defense Forces sekitar pukul 18.50 waktu setempat.

Menurut dia, pencegatan dilakukan sebelum drone memasuki wilayah udara terbatas di atas Makkah.

“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jamaah merupakan red line yang selalu kami jaga,” kata Al-Maliki seperti dikutip Saudi Gazette.

Baca Juga: Sidak Barisan Usai Upacara HKN, Wabup Padang Lawas Tegaskan Disiplin ASN dan PPPK

Dua Masjid Suci yang dimaksud adalah Masjidilharam di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Al-Maliki menyebut insiden terbaru sebagai upaya kedua yang diklaim menargetkan Makkah. Upaya sebelumnya, menurut Saudi, terjadi pada 27 Juli 2017.

Saudi menilai insiden tersebut berpotensi membahayakan Makkah, kota yang memiliki kedudukan penting bagi umat Islam sekaligus menjadi tujuan jutaan jamaah haji dan umrah.

“Koalisi tidak akan ragu mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah serangan Houthi lebih lanjut,” tegas Al-Maliki.

Makkah merupakan kota suci umat Islam yang menjadi lokasi Masjidilharam dan Kakbah, kiblat umat Islam di seluruh dunia. Kota tersebut juga menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Houthi Bantah Targetkan Makkah

Di tengah klaim Saudi tersebut, Houthi memberikan bantahan. Kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman itu menegaskan bahwa mereka tidak mengarahkan serangan ke Makkah ataupun situs-situs suci Islam.

Juru Bicara Houthi Hazem al-Assad menyebut tudingan tersebut sebagai klaim yang pernah digunakan sebelumnya.

“Tuduhan menargetkan Makkah merupakan kebohongan yang sebelumnya juga pernah digunakan,” tulis Al-Assad melalui akun X, Rabu (16/9).

Baca Juga: Thomas Tuchel Menyesal Tak Sempat Makan Rumput Azteca

Bantahan serupa disampaikan sumber militer Houthi kepada kantor berita SABA. Mereka menyatakan tidak ada ancaman yang diarahkan kepada Makkah maupun situs suci Islam.

Houthi juga menyebut tudingan tersebut sebagai informasi yang keliru dan menegaskan pasukannya tidak menargetkan tempat-tempat suci.

Ketegangan antara Saudi dan Houthi merupakan bagian dari konflik Yaman yang memanas setelah kelompok tersebut menguasai Sanaa pada 2014. Setahun kemudian, Arab Saudi memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada April 2022 sempat menurunkan secara signifikan kekerasan dan serangan lintas perbatasan antara Houthi dan Arab Saudi.

Baca Juga: Makan Jahe Setiap Hari Selama Sebulan, Ini yang Bisa Terjadi pada Tubuh

Namun, ketegangan kembali meningkat seiring perkembangan konflik dan aktivitas Houthi di kawasan Laut Merah. Houthi diketahui mendapat dukungan Iran, meski kelompok tersebut memiliki agenda politik sendiri di Yaman.

Kemenlu RI Imbau WNI Tetap Waspada

Sementara itu, Pemerintah Indonesia turut memantau perkembangan keamanan di Arab Saudi. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Heni Hamidah mengatakan, perwakilan RI di Arab Saudi terus mengikuti perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.

Heni menyebut otoritas Saudi dalam beberapa waktu terakhir telah mengeluarkan sejumlah peringatan terkait potensi bahaya di beberapa wilayah, termasuk Makkah, Jeddah, dan Taif.

Pada 15 September 2026, otoritas Arab Saudi mengimbau masyarakat tetap berada di dalam bangunan, menghindari area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti informasi dan arahan melalui kanal resmi.

“Saudi Civil Defense menyampaikan bahwa situasi telah berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan arahan resmi dari otoritas setempat,” ujar Heni dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Hingga saat ini, Kemenlu menyatakan belum menerima laporan mengenai WNI yang terdampak eskalasi keamanan tersebut.

Baca Juga: Bobby Ingatkan Pendampingan dari Pemerintah pada Siswa yang Diduga Alami Keracunan MBG

Meski demikian, WNI yang berada di Arab Saudi tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap instruksi resmi dari pemerintah setempat.

Kemenlu juga mengingatkan WNI agar segera menghubungi perwakilan RI di Arab Saudi apabila menghadapi situasi darurat.

“Perwakilan RI di Arab Saudi terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat,” pungkas Heni.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
drone houthi Kemenlu RI saudi masjid makkah