sumutpos.jawapos.com - Dunia musik internasional tengah diwarnai kontroversi setelah rapper Macklemore disebut dicoret dari sejumlah jadwal konser tur Amerika Serikat penyanyi Ed Sheeran. Keputusan tersebut muncul setelah Macklemore menyampaikan dukungan terbuka terhadap Palestina saat tampil di atas panggung sebagai musisi pembuka konser Sheeran.
Melansir Instagram @pandemictalks, Jumat (18/9/2026), Macklemore sebelumnya menyampaikan pernyataan terkait konflik Israel-Palestina saat membuka konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey. Setelah itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi dilibatkan dalam sisa rangkaian tur Amerika Serikat Sheeran.
Kontroversi semakin besar setelah Robert Kraft, pemilik klub NFL New England Patriots sekaligus pemilik Gillette Stadium di Massachusetts, menyatakan bahwa Macklemore tidak akan tampil di venue tersebut pada jadwal konser bulan ini. Kraft menyebut keputusan itu berkaitan dengan pernyataan Macklemore yang dinilai melewati batas dan dianggap menyinggung komunitas Yahudi.
Baca Juga: Bupati Sergai Ikut Tanam Serempak 50.000 Hektare
Situasi tersebut kemudian mendapat respons dari sejumlah musisi lain yang juga menjadi pembuka konser Ed Sheeran. Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga menyatakan mundur dari sisa jadwal tur sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore serta dukungan terhadap masyarakat Palestina.
Sementara itu, Ed Sheeran menyampaikan bahwa keputusan mengenai keterlibatan Macklemore berasal dari pihak promotor konser, bukan keputusan pribadinya. Pelantun "Shape of You" tersebut juga mengakui memiliki pandangan pribadi terkait konflik Israel-Palestina, namun selama ini memilih untuk tidak menyampaikannya secara terbuka kepada publik.
Persoalan ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara kebebasan berekspresi seniman, pandangan politik di ruang publik, serta dampaknya terhadap kerja sama dalam industri hiburan global. Hingga kini, kontroversi tersebut masih menjadi sorotan di kalangan penggemar musik internasional.(lin)
Editor : Redaksi