sumutpos.jawapos.com – Vietnam mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada kuartal III 2026. Berdasarkan data Kantor Statistik Nasional Vietnam, perekonomian negara tersebut tumbuh 9,95 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (14/10/2026), angka itu meningkat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II 2026 yang mencapai 8,81 persen. Capaian tersebut sekaligus menjadi laju pertumbuhan ekonomi Vietnam tercepat dalam empat tahun terakhir.
Dikutip dari Nikkei Asia, lonjakan pertumbuhan ekonomi Vietnam ditopang kinerja sektor industri dan konstruksi yang tumbuh 12,50 persen. Selain itu, ekspor barang dan jasa meningkat 23,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: PNS di Paluta Ditangkap di Komplek Perumahan, Polisi Sita Sabu 0,82 Gram
Kinerja tersebut memperlihatkan kuatnya aktivitas produksi dan perdagangan Vietnam di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Secara kumulatif, ekonomi Vietnam tumbuh 9,01 persen selama Januari hingga September 2026. Pemerintah negara tersebut bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai dua digit sepanjang tahun ini.
Untuk memenuhi target tersebut, Vietnam perlu mencatatkan pertumbuhan sekitar 12 persen pada kuartal IV 2026.
Namun, di balik pertumbuhan yang tinggi, Vietnam menghadapi tantangan pada neraca perdagangan. Negara itu mencatatkan defisit perdagangan sebesar 19,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) selama sembilan bulan pertama 2026.
Baca Juga: Gagal Edarkan Sabu di Binjai, Pria Asal Deliserdang Terancam Hukuman Berat
Defisit tersebut terjadi karena pertumbuhan impor lebih cepat dibandingkan ekspor. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Vietnam untuk menjaga keseimbangan perdagangan di tengah ekspansi ekonominya.
Pertumbuhan Indonesia Lebih Moderat
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada level yang lebih moderat dibandingkan Vietnam.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 0,90 poin persentase. Sebaliknya, sektor pertambangan mengalami kontraksi sebesar 1,64 persen.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Perbaungan, Sopir Angkot KUPM Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
Hingga Rabu (14/10), data resmi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III 2026 belum dirilis.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi minimal 5,4 persen sepanjang 2026. Target tersebut masih jauh di bawah ambisi Vietnam yang berupaya mencapai pertumbuhan dua digit.
Perbedaan capaian kedua negara menempatkan kinerja industri, perdagangan, dan kemampuan menjaga momentum pertumbuhan sebagai aspek penting dalam persaingan ekonomi kawasan.
Meski demikian, perbandingan tersebut perlu mempertimbangkan periode pengukuran yang berbeda. Pertumbuhan Vietnam sebesar 9,95 persen merupakan capaian kuartal III, sedangkan angka Indonesia sebesar 5,29 persen berasal dari kuartal II.
Karena itu, gambaran yang lebih utuh mengenai posisi kedua negara pada periode yang sama baru dapat diketahui setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III 2026 diumumkan.(lin)
Editor : Redaksi