SUMUTPOS.CO - Ban merupakan salah satu komponen pada motor yang berfungsi sebagai penghubung langsung antara kendaraan dengan permukaan jalan atau medan yang dilalui. Salah memilih ukuran ban bisa berakibat fatal, mulai dari kenyamanan berkendara, risiko ban pecah, hingga kecelakaan.
Sebagai komponen vital, apakah Anda mengetahui usia dan kondisi ban yang mengalami penurunan seiring pemakaian? Bila Anda memiliki mobil, sebaiknya Anda wajib mengetahui, agar terhindar dari marabahaya saat berkendara. Bagaimana mengetahuinya, simak ulasannya sebagai berikut:
1. Baca Merek Ban dan Pabrik Pembuatnya
Biasanya, ukuran di samping ban mobil ditulis dengan kode P225/45R17 91V.
Ukuran ban mobil dimulai dari kode ban paling depan berupa huruf seperti P atau LT. Huruf terdepan itu melambangkan tipe kendaraan yang cocok dengan ban mobil tersebut.
Berikut daftar ban berdasarkan tipe-tipe kendaraannya:
-Huruf P merupakan singkatan dari Passenger Vehicle yang artinya ban dirancang untuk kendaraan penumpang seperti minivan, SUV, pick up ringan dan lainnya.
-Huruf LT adalah kepanjangan dari Light Truck yang artinya ban dirancang untuk kendaraan penarik atau pembawa beban berat.
-Huruf T dan ST (special trailer) merupakan ban cadangan atau suku cadang untuk penggunaan jangka pendek.
-Huruf C atau commercial yang biasanya digunakan oleh truk pengiriman maupun van yang sanggup membawa beban berat. Namun, huruf ini biasanya hanya tercantum di ban Euro Metric (metrik euro). Huruf C di kode Euro Metric ditulis di tengah kode ban seperti 31×10.50R15/ C109
Euro Metric ditandai dengan kode tanpa huruf terdepan seperti 185/65R15 88T. Ukuran ban ini setara dengan P-Metrik dalam hal dimensi, tetapi berbeda fungsi. Ban Euro-Metric biasanya ditemukan pada mobil Eropa seperti SUV dan van.
-Tiga angka terdepan setelah huruf pertama menunjukkan lebar ban mobil dalam ukuran. Contohnya yakni P225/45R17 91V yang berarti lebar ban 225 mm. Bila kamu kesulitan menemukan ban dalam ukuran milimeter, lebar ban dapat dikonversi ke inci. Rumusnya, bagi lebar dalam milimeter dengan 25,4 seperti: (225 milimeter) / (25,4 mm/in) = 8,86 inci.
-Dua angka setelah garis miring
Dari contoh kode P225/45R17 91V, ada 2 angka setelah garis miring yang menunjukkan aspek rasio. Aspek rasio merupakan perbandingan antara tinggi penampang dengan lebar atau besar ban secara keseluruhan.
2. Temukan Lebar dan Aspek Rasio Ban.
Teks ini berisi deretan angka tepat di sebelah deskripsi penggunaan. Deretan angka dan huruf tersebut dipisahkan oleh garis miring dengan format umum www/aaCrr.
Deretan tiga angka pertama merupakan lebar tapak ban dalam satuan milimeter. Lebar tapak berkisar antara 155 sampai 315 milimeter.
Dua angka setelah garis miring menunjukkan aspek rasio ban.
Aspek rasio merupakan persentase tapak ban dengan tebal ban yang nilainya sama dengan tinggi sisi luar ban. Kendaraan penumpang umumnya memiliki kisaran aspek rasio rata-rata antara 55 sampai 75 persen.
3. Kenali Diameter Pelak
Biasanya setelah konstruksi internal langsung disusul oleh ukuran pelek yang cocok untuk ban. Sebagai contoh, jika Anda memiliki pelek berdiameter 55,9 cm, ban Anda akan memiliki diameter pelek yang sama, yaitu 55,9 cm.
Huruf-huruf pada posisi SC atau C menggambarkan peringkat kecepatan (pra-1991) atau konstruksi ban. "R" berarti ban memiliki konstruksi radial. Jika tercantum huruf "HR," ban tersebut adalah ban radial kecepatan tinggi.
4. Temukan Daya Tahan Suhu Ban
Teks ini menggambarkan daya tahan ban terhadap panas yang timbul pada bagian dalam ban saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Daya tahan ini terdiri atas daya tahan A, B, atau C. Daya tahan A adalah yang paling tinggi, sedangkan C yang paling rendah.
5. Temukan Angka Tekanan Ban
Dalam kondisi dingin (sebelum berjalan) di dekat ujung dalam ban. Angka ini memberitahu Anda tekanan angin ideal untuk mengoptimalkan performa ban.(bbs/han)