Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Susah Tidur saat Malam Hari, Ini Lima Penyebab dan Solusinya

Johan Panjaitan • Minggu, 20 April 2025 | 11:00 WIB
ilustrasi
ilustrasi

SUMUTPOS.CO-Tidur yang nyenyak adalah kunci utama kesehatan dan kebahagiaan. Namun, banyak orang merasa sulit mendapatkan istirahat berkualitas di malam hari. Mungkin Anda sudah terkena penyakit yang namanya Imsomnia.

Insomnia adalah gangguan tidur kronis yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur, serta bangun terlalu dini dan tidak dapat kembali tidur. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Ada banyak faktor yang memengaruhi pola tidur. Beberapa di antaranya berasal dari kebiasaan sehari-hari, lingkungan tempat tidur, hingga kondisi medis tertentu. Padahal, dengan sedikit perubahan, kualitas tidur bisa meningkat drastis.

Di sisi lain, susah tidur atau kesulitan tidur sesekali adalah pengalaman yang lebih umum dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor sementara seperti stres, perubahan jadwal, atau konsumsi kafein. Perbedaan utamanya terletak pada durasi dan intensitas gangguan tidur tersebut.

Jika Anda mengalami kesulitan mencapai jumlah tidur yang cukup secara konsisten, ini bisa menjadi tanda adanya masalah tidur yang perlu ditangani.

Menurut beberapa ahli, ada beberapa factor yang mengakibatkan susah tidur. Nah, ini penyebab umum susah tidur diantaranya adalah:

1. Konsumsi Kafein
Kafein adalah stimulan yang membantu tetap waspada dan meningkatkan konsentrasi. Namun, jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein bisa membuat otak tetap aktif dan sulit untuk bersantai.

Efek kafein dapat bertahan hingga enam jam atau lebih dalam tubuh. Jadi, jika segelas kopi diminum pada sore hari, efeknya bisa masih terasa saat waktu tidur tiba.

Solusi: Kurangi konsumsi kafein di sore hari dan ganti dengan alternatif yang lebih ringan seperti teh hijau atau air putih. Jika tetap ingin minum kopi, pastikan untuk mengonsumsinya sebelum jam 2 siang agar tubuh memiliki cukup waktu untuk memprosesnya.


2. Minum Alkohol dan Merokok Menjelang Tidur
Tidak hanya kopi mempengaruhi tidur Anda. Alkohol dan rokok juga berkaitan dengan tidur, karena ternyata bisa menjadi penyebab insomnia. Pada rokok, terkandung nikotin yang bersifat stimulan dan dapat mengganggu tidur.

Sementara alkohol, memang bisa membuat Anda tertidur. Akan tetapi, minuman ini mencegah tahap tidur jadi lebih nyenyak, sehingga Anda jadi mudah terbangun pada tengah malam.

Alkohol juga bersifat diuretik, yang artinya bisa membuat Anda buang air kecil lebih sering. Efek alkohol bisa mengganggu tidur Anda di tengah malam, karena perlu bolak-balik ke kamar mandi.

3. Pikiran yang Terlalu Sibuk
Salah satu penyebab utama sulit tidur adalah pikiran yang terus aktif di malam hari. Kekhawatiran tentang pekerjaan, masalah pribadi, atau hal-hal kecil yang belum terselesaikan bisa membuat otak sulit untuk beristirahat.

Ketika stres meningkat, tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol, yang membuat tubuh tetap dalam mode siaga. Akibatnya, tidur menjadi gelisah dan sulit untuk benar-benar terlelap.

Solusi: Sebelum tidur, coba lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau menulis jurnal untuk mengeluarkan pikiran yang mengganggu. Hindari juga melihat layar ponsel atau laptop setidaknya 30 menit sebelum tidur untuk membantu otak lebih tenang.

4. Apnea Tidur
Apnea tidur adalah gangguan tidur serius yang menyebabkan seseorang berhenti bernapas secara berulang selama tidur. Kondisi ini sering kali ditandai dengan dengkuran keras, terbangun dengan rasa sesak, atau merasa lelah meskipun sudah tidur cukup lama.

Apnea tidur dapat mengurangi pasokan oksigen ke otak, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan gangguan kognitif. Jika sering mengalami gejala ini, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis.

Solusi: Jika mencurigai adanya apnea tidur, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Beberapa solusi yang bisa membantu adalah menggunakan alat bantu pernapasan (CPAP), menjaga berat badan ideal, dan tidur dalam posisi miring.

5. Main Gadget Menjelang Tidur
Sekarang ini, ponsel, tablet, TV, maupun gadget lainnya menjadi bagian dari hidup bagi banyak orang. Mulai dari menjalin komunikasi hingga menghibur diri dengan berbagai macam permainan.

Fungsi gadget yang serbaguna ini sayangnya membuat orang tidak bisa lepas dari ponsel, bahkan masih memainkannya hingga menjelang tidur.

Solusinya: Cobalah hindari penggunaan elektronik selama 30 menit sebelum tidur, atau gunakan mode malam untuk menghindari dampak cahaya.

Jika masalah gangguan tidur terus berlanjut, segerlah mencari bantuan medis hingga masalah ini tidak berdampak secara keseluruhan. (bbs/han)

Editor : Johan Panjaitan
#pola tidur #solusi #imsonia