sumutpos.jawapos.com - Perdebatan klasik tentang mana yang lebih sehat, dada ayam atau paha ayam masih terus berlangsung hingga kini, Anda di kubu mana?
Yang jelas, baik dada ayam maupun paha ayam, keduanya sama-sama bergizi, tapi punya karakter dan keunggulan yang berbeda.
Melansir Real Simple, Selasa (19/5/2026), secara anatomi, dada ayam berasal dari bagian dada atau otot pektoralis, sedangkan paha ayam merupakan bagian atas kaki yang terletak di atas drumstick.
Baca Juga: Menko AHY Ajak Perkuat Fondasi Persahabatan Indonesia–Singapura
Warna dagingnya pun berbeda. Dada ayam dikenal sebagai white meat (daging putih), sementara paha ayam termasuk dark meat (daging gelap).
Berikut perbedaan antara dada ayam dan paha ayam:
1. Kadar lemak
Paha ayam memiliki kandungan lemak lebih tinggi karena berasal dari bagian tubuh yang lebih aktif digunakan. Lemak tersebut membuat dagingnya lebih lembut, juicy, dan beraroma lebih kuat.
Baca Juga: Ketika Kurs Menyentuh Dapur Rakyat
Sebaliknya, dada ayam dikenal lebih rendah lemak dan kalori. Dada ayam adalah salah satu sumber protein tanpa lemak terbaik. Kandungan proteinnya tinggi, tapi lemaknya sangat sedikit.
2. Nutrisi
Dada ayam unggul dalam hal protein dan kalori yang lebih rendah. Namun, paha ayam lebih kaya zat besi dan zinc, dua mineral penting untuk pembentukan darah dan sistem imun.
3. Cara masak
Di dapur, paha ayam sering jadi favorit karena tidak mudah kering meski dimasak lama. Kandungan lemaknya membuat teksturnya tetap lembut, cocok untuk hidangan seperti kari, sup, hingga ayam bakar.
Baca Juga: Polisi Ciduk Sepasang Kekasih Pengedar Sabu di Medan Sunggal
Sebaliknya, dada ayam memerlukan perhatian khusus dalam proses memasak agar tidak terlalu kering.
Namun, bagian ini sangat fleksibel dan mudah menyerap bumbu, cocok untuk resep sehat seperti ayam panggang, tumisan cepat, atau salad. (lin)
Editor : Redaksi