Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hindari Bantat, Ini Cara Bikin Roti yang Lembut dan Empuk

Redaksi • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:02 WIB
 ilustrasi, membuat roti sendiri di rumah jadi tantangan demi menghasilkan yang lembut dan empuk. (pexels.com)
ilustrasi, membuat roti sendiri di rumah jadi tantangan demi menghasilkan yang lembut dan empuk. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Bukan rahasia lagi, kadang, membuat roti sendiri di rumah sering tidak sesuai harapan.

Kenapa? Apakah teknik membuat adunannya salah? Atau, besar kecil apinya salah? Apapun itu, nyatanya, roti kerap bantat, tidak mengembang, pun tidak lembut dan empuk.

Melansir Taste of Home, Senin (1/6/2026), salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah roti yang gagal mengembang alias bantat.

Padahal, proses mengembang sangat penting untuk menghasilkan roti yang lembut dan empuk.

Baca Juga: Wali Kota Tebing Tinggi dan Forkopimda Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

Berikut beberapa faktor yang bisa membuat roti tidak mengembang dengan baik:

1. Lupa melumasi wadah fermentasi
Hal kecil tapi penting, jangan lupa melumasi mangkuk dan plastik penutup adonan dengan sedikit minyak.

Jika tidak, adonan bisa menempel dan robek saat mengembang. Melumasi permukaan akan membantu adonan naik dengan mulus tanpa hambatan.

2. Terlalu banyak garam
Garam berfungsi menambah rasa dan memperkuat struktur adonan. Namun, jumlah garam yang berlebihan bisa membunuh ragi dan menghambat proses fermentasi.

Baca Juga: Kementan Kawal Sentra Produksi Pangan Merauke, Perkuat Antisipasi Dampak Dinamika Iklim

Hindari menaburkan garam langsung di atas ragi saat mencampur bahan, dan ukur takarannya dengan cermat agar adonan tetap mengembang sempurna.

3. Ragi kedaluwarsa
Ragi adalah bahan utama yang membuat adonan roti mengembang. Namun, ragi merupakan mikroorganisme hidup dengan masa aktif terbatas.

Ragi yang sudah terlalu lama disimpan bisa kehilangan daya kerjanya, membuat roti sulit mengembang.

Baca Juga: Kapolres Labusel Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Pilar Utama Menjaga Kamtibmas

Gunakan ragi yang masih baru dan simpan di kulkas agar tetap aktif. Ragi biasanya bertahan 4-6 bulan di suhu ruang, tapi sebaiknya selalu periksa tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan.

4. Terlalu banyak gula
Meski gula menjadi makanan bagi ragi, jumlah yang terlalu banyak justru bisa menyerap cairan dari adonan. Akibatnya, ragi kekurangan nutrisi dan tidak bekerja optimal.

Untuk roti manis seperti cinnamon roll, beri waktu fermentasi lebih lama agar adonan tetap mengembang. 

Anda juga bisa memakai jenis ragi khusus yang tahan terhadap kadar gula tinggi, seperti osmotolerant yeast.

5. Terlalu banyak tepung
Tepung memang bahan utama, tapi takaran yang berlebihan bisa membuat adonan kering dan keras. 

Jika terlalu kering, ragi tak punya cukup cairan untuk bekerja.

Baca Juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Padang Lawas Serukan Persatuan untuk Perdamaian Dunia

Gunakan takaran yang pas dan hindari menambahkan terlalu banyak tepung saat menguleni. Adonan yang baik harus terasa sedikit lengket dan elastis.

6. Suhu cairan tidak tepat
Ragi aktif kering perlu dilarutkan dalam cairan hangat agar bisa bekerja. Menurut Salt n Sprinkles, suhu ideal cairan antara 43-46 derajat Celsius.

Cairan yang terlalu panas bisa membunuh ragi, sementara yang terlalu dingin membuatnya tidak aktif. Gunakan termometer dapur untuk memastikan suhu cairan sesuai.(lin)

Editor : Redaksi
#Roti Empuk #Tips Baking #Membuat Roti #Resep Roti #info kuliner