Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Sembarangan, Ini Cara Masak Mi Instan agar Sehat dan Rasanya Tetap Nikmat

Redaksi • Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:22 WIB
ilustrasi, memasak mi instan nyatanya tidak bisa sembarangan agar rasanya tetap lezat. (pexels.com)
ilustrasi, memasak mi instan nyatanya tidak bisa sembarangan agar rasanya tetap lezat. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Mi instan dikenal sebagai makanan olahan yang tidak menyehatkan, hingga sebagian orang menghindarinya.

Pun, mi instan umumnya nol nutrisi dengan kandungan tinggi natrium yang ada di dalam bumbunya.

Nyatanya, tetal saja mi instan boleh jadi makanan favorit banyak orang. Praktis dan rasanya yang nikmat jadi dua di antara banyak kelebihannya.

Melansir The Daily Meal, Sabtu (20/6/2026), karena itu masak mi instan tidak bisa dilakukan sembarangan, ini berpengaruh terhadap kenikmatan dan tingkat keamanan yang diberikan.

Baca Juga: Ringgit Malaysia Tampil Perkasa, Jadi Mata Uang Terbaik Kedua di Asia pada 2026

Nah, berikut beberapa cara memasak yang membuat mi instan jadi semakin tidak menyehatkan dan kurang nikmat:

1. Masak terlalu lama
Mi umumnya cepat matang. Sebagian besar mi instan bisa matang hanya dalam beberapa menit.

Penting untuk selalu mengawasi tingkat kematangan saat memasak mi instan. 

Membiarkannya terlalu lama direbus dalam air hanya akan membuatnya terlalu matang, lembek, dan lunak. Hal ini jelas akan mengurangi kenikmatan mi instan.

2. Hanya memanfaatkan bumbu dalam kemasan
Mi instan dikenal praktis karena menyediakan bumbu dalam kemasan yang tinggal tabur. 

Namun, rasa yang kuat itu sering kali disertai dengan kandungan natrium yang tinggi.

Kandungan garam yang tinggi dalam bumbu mi instan juga bisa membuat rasanya menjadi agak monoton, menghilangkan kehalusan rasa dari hidangan.

Baca Juga: Anggota TNI AD Aktif Diduga Ikut Menganiaya Warga hingga Tewas di Labura

Jangan hanya mengandalkan bumbu instan yang tersedia. Perkaya rasa dengan bumbu tambahan dari rempah-rempah dan herbal yang lebih menyehatkan.

Misalnya, bisa menambahkan minyak wijen atau irisan daun bawang untuk meningkatkan rasa. Bawang puting cincang juga dapat menambah intensitas rasa gurih.

3. Menggunakan air rebusan untuk kuah
Meski praktis, sebaiknya hindari menggunakan air rebusan mi sebagai kuah. Faktor kesehatan jadi alasannya.

Mi instan diproses secara intensif dan dikeringkan dengan cara digoreng dalam minyak. 

Akibatnya, mi instan menyerap banyak lemak. Saat direbus, lemak yang menempel dalam mi lepas ke dalam air rebusan.

Baca Juga: Jepang Terapkan Disiplin Merokok, Perokok Wajib Tahu Tempatnya

Gunakan air panas yang baru untuk kuah mi instan. Hal ini tak cuma memberikan rasa mi instan yang lebih segar, tapi juga membuatnya jauh lebih sehat.

4. Terlalu banyak topping yang tidak sehat
'Internet' jadi sajian populer di banyak warung kopi. Sajian itu terdiri dari mi instan yang dipadukan dengan telur dan kornet. Ada juga yang menambahkannya dengan keju.

Mi instan sendiri tinggi kalori. Jika ditambahkan dengan kornet yang merupakan daging olahan dan keju, jumlah kalori akan semakin bertambah.

Hindari topping yang tinggi kalori. Alih-alih telur dan keju, kamu bisa cukup menggunakan topping tambahan telur dan sawi hijau. Topping ini akan memberikan asupan protein dalam sajian. (lin)

Editor : Redaksi
#makanan sehat #MiInstan #tips sehat #kuliner #Gaya Hidup Sehat