Kebiasaan yang Kerap Bikin Kutu Nyaman di Rambut, Lawan dengan Cara Ini

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 05:30 WIB
 ilustrasi, rambut yang tidak terawat cenderung bisa menjadi sarang kutu. (pexels.com)
ilustrasi, rambut yang tidak terawat cenderung bisa menjadi sarang kutu. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Kutu rambut identik dengan kebersihan kepala. Faktanya, kehadirannya lebih dipengaruhi oleh kebiasaan.

Terutama, kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari memudahkan penyebaran kutu rambut.

Melansir Mayo Clinic, Rabu (29/7/2026), kutu rambut tidak bisa melompat atau terbang. Artinya, kutu rambut sering menyebar lewat interaksi langsung.

Dalam beberapa kasus, kebiasaan kecil yang dianggap sepele justru menjadi pemicu utama penularan.

Baca Juga: Cuan Lagi Nih, Induk Gojek-GoPay Cetak Laba Bersih di Kuartal 2

Berikut sejumlah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko rambut berkutu, sekaligus cara mencegahnya:

1. Saling berbagi barang pribadi
Kebiasaan meminjam atau berbagi barang seperti sisir, topi, hingga aksesoris rambut menjadi salah satu jalur penularan kutu yang paling umum.

Kutu dapat dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain melalui benda yang bersentuhan langsung dengan rambut.

Oleh karena itu, penting untuk membiasakan setiap anggota keluarga menggunakan perlengkapan pribadi masing-masing.

Baca Juga: Ikan Asin Kaya Garam, Penderita Darah Tinggi Wajib Awas

Pada situasi tertentu seperti kegiatan olahraga atau sekolah, pastikan barang yang digunakan bersama telah dibersihkan terlebih dahulu untuk meminimalkan risiko penularan.

2. Kontak kepala yang terlalu dekat
Kutu tidak bisa terbang atau melompat, tetapi mereka dapat merayap dengan cepat melalui kontak langsung antar-rambut.

Aktivitas seperti bermain, berpelukan, atau berfoto dengan posisi kepala saling menempel dapat meningkatkan risiko penularan.

Baca Juga: Curi Emas dan Bakar Rumah Hakim PN Medan, Eks Sopir Divonid 6 Tahun Penjara

Meski sulit dihindari sepenuhnya, terutama pada anak-anak, menjaga jarak saat berinteraksi bisa menjadi langkah sederhana yang efektif. 

Edukasi tentang batas ruang pribadi juga penting untuk mengurangi kontak yang tidak perlu.

3. Kurang menjaga kebersihan barang yang sering digunakan
Selain barang pribadi, benda seperti bantal, seprai, hingga helm juga bisa menjadi media tidak langsung penyebaran kutu jika tidak dibersihkan secara rutin. 

Kutu memang tidak bertahan lama di luar kulit kepala, tetapi telur kutu bisa menempel pada serat kain.

Mencuci perlengkapan tersebut secara berkala dengan air panas dapat membantu membunuh kutu dan telurnya. 

Baca Juga: BSI Prioritas Perkuat Wealth Management Syariah di Medan, Dorong Investasi Emas untuk Jaga Nilai Kekayaan

Kebiasaan ini penting, terutama jika ada anggota keluarga yang sedang mengalami kutuan. 

4. Jarang memeriksa rambut dan kulit kepala
Banyak orang tidak menyadari adanya kutu hingga jumlahnya sudah cukup banyak. 

Kurangnya pemeriksaan rutin membuat investasi berkembang tanpa terdeteksi, sehingga lebih mudah menyebar ke orang lain.

Pemeriksaan rambut secara berkala, terutama setelah anak beraktivitas di sekolah atau tempat umum, sangat dianjurkan. 

Baca Juga: Tak Perlu Obat Tidur, Trik Ini Bantu Tubuh Cepat Terlelap Saat Cuaca Panas

Menggunakan sisir serit (sisir bergigi rapat) dapat membantu mendeteksi keberadaan kutu maupun telurnya sejak dini.

5. Menunda penanganan saat gejala muncul
Rasa gatal di kulit kepala sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal investasi kutu. 

Menunda penanganan hanya akan memperparah kondisi dan meningkatkan risiko penularan ke orang lain di sekitar.

Baca Juga: DLH Binjai Perkuat Pembinaan Pengelolaan Limbah Dapur MBG, Pastikan IPAL Sesuai Standar

Penanganan sebaiknya dilakukan segera setelah tanda-tanda muncul, baik dengan metode perawatan di rumah maupun bantuan tenaga profesional. 

Semakin cepat ditangani, semakin kecil kemungkinan kutu berkembang dan menyebar. (lin)

Editor : Redaksi
Kutu Rambut Kulit Kepala Sehat tips kesehatan kesehatan rambut perawatan rambut