Sumutpos.jawapos.com-Jerawat yang muncul di hidung memang kecil, tetapi sering kali terasa paling mengganggu. Letaknya yang berada di tengah wajah membuatnya sulit disembunyikan, sementara peradangan bisa menimbulkan rasa nyeri setiap kali tersentuh.
Dorongan untuk memencet pun biasanya sulit ditahan. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat memperparah iritasi, meningkatkan risiko infeksi, sekaligus meninggalkan bekas pada kulit.
Jerawat sendiri dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari produksi minyak berlebih, perubahan hormon hingga kondisi kulit tertentu. Selain menggunakan produk perawatan yang sesuai, beberapa langkah sederhana di rumah dapat membantu menenangkan jerawat yang sedang meradang.
Baca Juga: Sebelum Terlanjur Cinta, Cek 4 Tanda Pria Toxic Ini dari Awal Hubungan
Berikut empat cara yang bisa dicoba, seperti dilansir dari English Jagran.
1. Tea Tree Oil, Tapi Jangan Dipakai Sembarangan
Tea tree oil atau minyak pohon teh cukup populer dalam perawatan kulit berjerawat. Kandungan antimikrobanya membuat bahan ini kerap digunakan dalam produk khusus kulit berjerawat.
Namun, penggunaan tea tree oil perlu dilakukan dengan hati-hati. Minyak esensial dalam bentuk pekat dapat menyebabkan iritasi, terlebih jika langsung dioleskan pada kulit yang sedang meradang.
Karena itu, pilih produk tea tree oil yang memang diformulasikan untuk kulit dan gunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Hindari mengoleskan tea tree oil murni langsung ke jerawat.
2. Aloe Vera untuk Menenangkan Kulit
Gel lidah buaya atau aloe vera dapat menjadi pilihan sederhana ketika kulit di sekitar jerawat terasa kemerahan atau mengalami iritasi ringan.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kolom Abu Capai 250 Meter, Status Masih Siaga
Sensasi dingin dan menenangkan dari aloe vera dapat membantu membuat kulit terasa lebih nyaman. Gunakan gel yang memang ditujukan untuk pemakaian pada kulit, dengan kandungan tambahan seminimal mungkin.
Oleskan tipis pada area yang bermasalah dan hentikan penggunaannya apabila muncul rasa perih, gatal, atau reaksi kulit lainnya.
Namun, perlu dipahami bahwa aloe vera bukan obat utama untuk menghilangkan jerawat. Fungsinya lebih kepada membantu menenangkan kulit.
3. Madu dan Kayu Manis, Perlu Ekstra Hati-Hati
Madu dan kayu manis sering disebut sebagai bahan alami untuk perawatan kulit. Madu memiliki sejumlah sifat yang berpotensi mendukung kesehatan kulit, sedangkan kayu manis diketahui memiliki aktivitas antimikroba.
Meski terdengar alami, bukan berarti keduanya otomatis aman untuk semua jenis kulit.
Baca Juga: Fulham vs Chelsea: Reuni Eks Real Madrid, Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa Adu Strategi
Kayu manis khususnya dapat memicu iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang. Karena itu, campuran madu dan kayu manis sebaiknya tidak langsung dioleskan pada jerawat yang sedang luka atau mengalami peradangan berat.
Jika ingin mencobanya, lakukan uji tempel terlebih dahulu pada area kulit yang kecil. Jangan lanjutkan pemakaian apabila muncul kemerahan, rasa terbakar, gatal, atau iritasi.
4. Kompres Dingin untuk Mengurangi Bengkak
Kalau jerawat di hidung terasa nyeri dan membengkak, kompres dingin bisa menjadi cara paling sederhana untuk memberikan rasa nyaman.
Bungkus es atau kompres dingin dengan kain bersih, kemudian tempelkan secara singkat pada area yang bermasalah. Jangan menempelkan es batu langsung ke kulit, karena suhu yang terlalu dingin dapat menyebabkan iritasi atau cedera pada kulit.
Baca Juga: Neuer Lewati Rekor Trofi Muller, Kini Jadi Pemain Jerman dengan Gelar Terbanyak
Kompres dingin memang tidak menghilangkan penyebab jerawat, tetapi dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman, kemerahan, dan pembengkakan untuk sementara.
Jangan Asal Pencet
Apa pun metode yang dipilih, satu kebiasaan sebaiknya dihindari: memencet jerawat sembarangan.
Tekanan pada jerawat yang meradang dapat memperparah kondisi kulit dan meningkatkan kemungkinan munculnya luka maupun bekas jerawat. Terlebih, area hidung termasuk bagian wajah yang sebaiknya tidak diperlakukan secara kasar.(jpc/han)
Jika jerawat terus berulang, terasa sangat sakit, bernanah, atau tidak kunjung membaik, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan. Konsultasi dengan dokter atau tenaga medis dapat membantu mengetahui penyebab sekaligus menentukan penanganan yang lebih tepat.
Editor : Johan Panjaitan