sumutpos.jawapos.com - Secara umum pisang tampak sama, nyatanya kandungan nutrisinya berbeda seiring tingkat kematangannya.
Maksudnya, pisang yang masih hijau, mulai menguning, sudah kuning sempurna, hingga dipenuhi bintik cokelat memiliki karakteristik yang berbeda.
Perubahan warna pisang tersebut tidak hanya memengaruhi rasa dan tekstur, tetapi juga jenis karbohidrat yang terkandung di dalamnya.
Melansir VNExpress, Minggu (18/10/2026), secara umum, pisang tetap menjadi sumber karbohidrat, serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C.
Baca Juga: Resmikan STAI Darul Husna, Bupati Labusel Tekankan Pendidikan Berkarakter dan Kepedulian Sosial
Namun, proses pematangan secara bertahap mengubah pati menjadi gula yang lebih sederhana sehingga pisang yang matang terasa lebih manis dan lebih mudah dicerna.
Yang jelas, tidak ada satu tingkat kematangan pisang yang bisa disebut paling sehat untuk semua orang. Pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Berikut penjelasannya soal perbedaan nutrisi pisang sesuai warna dan tingkat kematangan:
1. Pisang hijau
Pisang yang masih hijau mengandung pati resisten dalam jumlah lebih tinggi.
Jenis karbohidrat ini tidak sepenuhnya dicerna di usus halus dan dapat mencapai usus besar.
Di usus besar, pati resisten difermentasi oleh bakteri baik di dalam usus.
Baca Juga: DPRD Batu Bara Sentil Pajak Perusahaan, Tim Pemburu PAD Diminta Bergerak
Proses tersebut menghasilkan senyawa yang dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Kandungan pati resisten yang tinggi juga membuat karbohidrat pada pisang hijau dicerna lebih lambat.
Karena itu, pisang yang belum matang sempurna berpotensi menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih bertahap dibandingkan pisang yang sudah sangat matang.
Meski demikian, pisang hijau memiliki tekstur lebih keras dan rasa yang cenderung sepat. Bagi sebagian orang, pisang pada tahap ini juga bisa terasa lebih sulit dicerna.
2. Pisang setengah matang
Pisang yang mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning menawarkan jalan tengah.
Pada tahap ini, sebagian pati resisten masih tersedia, tetapi teksturnya sudah lebih lunak dan rasanya mulai manis.
Kondisi tersebut membuat pisang setengah matang dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mendapatkan manfaat pati resisten, tetapi kurang menyukai tekstur dan rasa pisang yang masih hijau.
Baca Juga: Polres Batu Bara Kembali Setor 1,609 Ton Jagung ke Bulog
Seiring proses pematangan berlanjut, enzim di dalam buah secara bertahap memecah pati menjadi gula yang lebih sederhana. Inilah yang membuat pisang semakin manis dan mudah dikonsumsi.
Bagi orang dengan diabetes, tingkat kematangan pisang bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.
Porsi, jumlah karbohidrat yang dikonsumsi sepanjang hari, serta makanan lain yang disantap bersama pisang juga dapat memengaruhi kadar gula darah.
3. Pisang kuning
Ketika kulit pisang sudah berubah menjadi kuning sempurna, sebagian besar patinya telah diubah menjadi gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.
Perubahan tersebut membuat pisang menjadi lebih lembut, manis, dan mudah dicerna.
Karbohidratnya juga dapat diserap tubuh lebih cepat sehingga pisang kuning cocok dikonsumsi sebagai sumber energi sebelum atau setelah berolahraga.
Baca Juga: Saksi Pelindo Sebut PNBP Jasa Pandu Pelabuhan Telah Dibayar
Meski kandungan patinya berubah, pisang matang tetap menyediakan berbagai zat gizi penting.
Satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 105 kalori dan tetap menjadi sumber kalium, vitamin C, serta vitamin B6.
Jadi, pisang kuning tidak berarti lebih tidak sehat dibandingkan pisang hijau. Perbedaan utamanya terletak pada bagaimana karbohidrat di dalam buah tersebut dicerna tubuh.
4. Pisang berbintik cokelat
Ketika pisang semakin matang hingga muncul bintik-bintik cokelat pada kulitnya, kandungan pati resisten terus menurun dan rasa manisnya semakin kuat.
Namun, bukan berarti nilai gizinya ikut hilang. Pada tahap kematangan ini, kadar sejumlah senyawa antioksidan, termasuk kelompok fenolik dan flavonoid, dapat meningkat.
Baca Juga: JETOUR T2 i-DM Hadir di Medan, SUV Plug-in Hybrid Dibanderol Rp700 Juta
Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.
Karena itu, pisang yang sudah memiliki bintik cokelat tetap dapat memberikan manfaat bagi tubuh.
Hanya saja, bagi orang yang sedang mengatur asupan gula atau karbohidrat, pisang yang tidak terlalu matang mungkin lebih sesuai karena kandungan gulanya cenderung lebih rendah dibandingkan pisang yang sangat matang.(lin)
Editor : Redaksi