Siswa SMP Sleman Ciptakan Alat Deteksi Makanan Basi MBG, Hasil Keluar dalam Lima Detik

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 06:30 WIB
Dua siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menciptakan inovasi pendeteksi makanan basi. (Instagram @pandemictalks)
Dua siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menciptakan inovasi pendeteksi makanan basi. (Instagram @pandemictalks)

 

sumutpos.jawapos.com - Kepedulian terhadap keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong dua siswa SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menciptakan inovasi pendeteksi makanan basi yang mampu memberikan hasil hanya dalam waktu lima detik.

Melansir Instagram @pandemictalks, Rabu (29/7/2026), adalah Pradipta Widhi Nugroho dan Abyan Syahlefi, dua pelajar yang mengembangkan alat tersebut sebagai bentuk respons terhadap maraknya dugaan kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah.

Bersama guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja (KIR), keduanya melakukan penelitian dan pengembangan selama lebih dari tiga bulan hingga menghasilkan perangkat yang dapat membantu mendeteksi kelayakan makanan sebelum dikonsumsi.

Baca Juga: Jangan Terganggu dan Merasa Risih, Bersin Itu Lindungi Tubuh dari Zat Berbahaya

Alat tersebut dirancang menggunakan kombinasi beberapa sensor yang mampu membaca berbagai indikator kualitas makanan. Sensor yang digunakan antara lain untuk mendeteksi tingkat kelembapan, kadar alkohol, kualitas udara, suhu makanan, hingga residu pestisida pada buah.

Cara penggunaannya pun cukup sederhana. Sampel makanan dimasukkan ke dalam wadah khusus yang terhubung dengan perangkat pendeteksi. Setelah proses pemindaian, hasil analisis akan muncul dalam waktu sekitar lima detik.

Tidak hanya menampilkan hasil secara langsung melalui perangkat, sistem tersebut juga dapat terhubung dengan ponsel sehingga pengguna bisa memantau hasil pemeriksaan secara lebih praktis.

Baca Juga: Ikan Asin Kaya Garam, Penderita Darah Tinggi Wajib Awas

Pradipta dan Abyan berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pengawasan keamanan pangan, khususnya dalam program penyediaan makanan bagi pelajar.

Pengembangan alat tersebut juga menjadi bukti bahwa persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi sumber ide penelitian bagi generasi muda. Dengan pendekatan sains dan teknologi, kedua siswa ini mencoba menghadirkan solusi terhadap tantangan nyata di bidang kesehatan dan pangan.

Setelah melewati tahap seleksi awal, karya inovasi tersebut berhasil melaju ke ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional. Mereka kini bersiap menghadapi tahap presentasi yang akan berlangsung di Jakarta.

Baca Juga: Tak Perlu Obat Tidur, Trik Ini Bantu Tubuh Cepat Terlelap Saat Cuaca Panas

Keikutsertaan dalam OPSI nasional menjadi kesempatan bagi Pradipta dan Abyan untuk memperkenalkan inovasi mereka sekaligus menguji sejauh mana alat pendeteksi makanan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut.

Melalui karya ini, dua siswa SMPN 1 Turi menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian sosial dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas makanan bergizi bagi anak sekolah, teknologi sederhana karya pelajar ini membuka peluang baru dalam memperkuat sistem keamanan pangan.(lin)

Editor : Redaksi
Teknologi Pangan inovasi pelajar siswa berprestasi Makan Bergizi Gratis Mbg