SUMUTPOS.CO - Hipertensi atau Darah Tinggi merupakan penyakit yang berbahaya karena bisa terjadi tanpa gejala. Tekanan darah biasanya ditentukan dengan seberapa banyak volume darah yang dipompa jantung serta resistensi aliran darah pada arteri.
Kondisi tersebut seringkali tidak disadari oleh penderitanya, hingga sering disebut sebagai silent killer. Namun beberapa kasus, gejala baru muncul setelah hipertensi makin parah, dimana gejala yang bisa muncul berupa sakit kepala, mual dan muntah, nyeri dada, gangguan irama jantung dan lainnya.
Nah, jika Anda sering mengalami pusing, sebaiknya harus diwaspadai dengan cepat. Sebelum mengetahui ciri-ciri sakit kepala karena darah tinggi, ada juga sakit kepala yang diakibatkan darah rendah.
Dimana sakit kepala dikarenakan darah rendah lebih terasa seperti pusing dan berdenyut. Sementara itu, sakit kepala darah tinggi terasa seperti migrain. Sakit kepala darah rendah terjadi ketika tekanan darah berada di bawah batas normal 120/80 mmHg. Tidak ada batasan pasti untuk tekanan darah rendah karena keadaan ini sering tidak bergejala.
Namun, tekanan 90/60 mmHg umumnya sudah menimbulkan gejala. Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah ke otak dan organ tubuh lainnya.
Darah rendah dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari dehidrasi, kehamilan, kehilangan darah akibat cedera, hingga komplikasi suatu penyakit. Kondisi ini menimbulkan gejala yang menyerupai kondisi medis lain, seperti pusing hingga pingsan.
Namun ada juga beberapa gejala lain dari darah rendah, yakni nyeri kepala bagian belakang hingga ke leher, sakit kepala terasa berdenyut di seluruh bagian, kepala terasa ringan, mual atau muntah, penglihatan kabur atau mata berkunang-kunang, telinga berdenging, badan terasa lemas, sulit berkonsentrasi, napas dangkal atau cepat.
Nah, sebelum hipertensi menyerang tubuh Anda. Ini beberapa tanda-tanda sakit kepala yang ditimbulkan oleh hipertensi adalah sebagai berikut:
1. Muncul saat Bangun Pagi
Banyak penderita hipertensi melaporkan mengalami sakit kepala saat bangun di pagi hari karena tekanan darah cenderung lebih tinggi pada waktu tersebut.
2. Intensitas yang Tinggi
Sakit kepala yang berasal dari tekanan darah tinggi seringkali sangat kuat, terasa seperti tekanan atau denyutan yang hebat di bagian belakang kepala dan leher.
3. Nyeri Wajah
Nyeri pada wajah, terutama di area sinus, dapat menjadi gejala sakit kepala akibat hipertensi. Sensasi berat atau tekanan di sekitar hidung dan dahi dapat dirasakan, kadang-kadang disertai dengan kesulitan bernapas melalui hidung.
4. Gangguan Penglihatan
Gangguan penglihatan seperti aura, floaters, penglihatan kabur, dan sensitivitas terhadap cahaya juga dapat menjadi gejala sakit kepala hipertensi. Hal ini menunjukkan dampak tekanan darah tinggi pada saraf dan pembuluh darah di mata.
5. Pusing dan Vertigo
Sensasi pusing atau vertigo, yang ditandai dengan sensasi berputar atau lingkungan sekitar yang berputar, juga dapat menjadi tanda sakit kepala akibat hipertensi. Hal ini disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak atau perubahan tekanan pada telinga bagian dalam.
6. Berdengung di Telinga
Sensasi berdengung atau suara berdesir di telinga, yang dikenal sebagai tinnitus, juga dapat muncul sebagai gejala dari sakit kepala hipertensi. Ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang memengaruhi aliran darah dan saraf di sekitar telinga.
7. Mual atau Muntah
Mual dan muntah dapat terjadi sebagai respon tubuh terhadap tekanan darah tinggi yang ekstrem, seringkali disertai dengan sakit kepala yang parah. Ini menunjukkan bahwa tubuh berusaha mengatasi ketidakseimbangan atau tekanan internal.
8. Detak Jantung Tidak Teratur
Irregularitas detak jantung, seperti berdebar kencang atau tidak teratur, sering dikaitkan dengan sakit kepala yang disebabkan oleh hipertensi. Hal ini menandakan bahwa tekanan darah tinggi memengaruhi fungsi kardiovaskular tubuh.
Nah, jika merasakan sakit kepala yang mengganggu, segera cari cara untuk mengatasi kondisi ini. Bagi kamu yang sudah memastikan tekanan darah tinggi menjadi salah satu pemicu sakit kepala, perhatikan pengobatan yang tengah dijalani. Jangan lupa untuk selalu memeriksakan label obat, dan pastikan cara mengatasi sakit kepala ini tidak memperparah tekanan darah kamu.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengobati sakit kepala.
1. Mengonsumsi Makanan Antiinflamasi
Antiinflamasi atau antiperadangan tidak hanya seputar obat-obatan yang kamu beli di apotek. Kamu juga bisa mendapatkan senyawa antiperadangan dari makanan tertentu sebagai cara alami meredakan sakit kepala karena peradangan,seperti:
- Seledri
- Buah bit
- Blueberi
- Biji rami
2. Memilih Makanan dengan Biji-bijian Utuh
Cara lain mengatasi sakit kepala karena hipertensi adalah memilih makanan dengan biji-bijian utuh. Meski begitu, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan bertepung ketika mengalami sakit kepala. Alih-alih demikian, cobalah mengonsumsi makanan dengan biji-bijian utuh. Hal ini bertujuan mengelola kadar gula darah yang ternyata membantu mengontrol sakit kepala atau migrain.
3. Menggunakan Minyak Esensial
Tahukah kamu kalau minyak esensial tertentu, seperti peppermint dan lavender, bisa menenangkan sistem syaraf pusat? Minyak-minyak ini bisa membantu meredakan rasa sakit kepala yang berdenyut, terutama yang disebabkan oleh stres.
4. Mengurangi Konsumsi Minuman Berkafein
Minum terlalu banyak kafein ternyata terbukti bisa meningkatkan rasa sakit kepala yang kamu alami. Ini juga dapat meningkatkan tekanan darah meskipun tidak secara signifikan. Itu sebabnya, perhatikan berapa banyak asupan kafein dalam pola makan kamu. Perlu diingat pula ketika tengah mengurangi konsumsi kafein, kamu mungkin akan mengalami sakit kepala sebagai gejala penghentian.
5. Memakai Obat-obatan Tertentu
Menggunakan obat-obatan yang bisa kamu beli secara bebas, seperti aspirin, memang sering jadi solusi untuk meredakan sakit kepala. Bila memiliki riwayat penyakit hipertensi, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi aspirin.
Selain mengikuti terapi dari dokter, ada beberapa tips yang bisa membantu menurunkan tekanan darah secara alami seperti:
- Mengonsumsi makanan sehat dan rendah garam
- Menjaga berat badan ideal
- Rutin berolahraga
- Menghindari merokok.(bbs/han)