Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Tips Menjaga Kadar Gula pada Ibu Hamil dan Lansia saat Berpuasa

Redaksi Sumutpos • Minggu, 23 Februari 2025 | 13:10 WIB
ILUSTRASI.
ILUSTRASI.

SUMUTPOS.CO - Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Berbagai tips menjaga kesehatan diberikan perlu dikakukan agar tubuh tetap sehat dan prima, khususnya bagi ibu hamil dan lansia saat menunaikan ibadah puasa.

Diabetes Gestasional adalah kondisi terjadinya peningkatan gula darah saat ibu sedang hamil. Artinya, sebelum hamil kadar gula dalam darah kemungkinan normal. Berpuasa saat hamil sering kali menjadi pertanyaan bagi banyak ibu hamil. Meskipun puasa adalah ibadah yang diwajibkan, namun bagi ibu hamil, ada sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.
“Guna mengurangi risiko kesehatan bagi ibu maupun bayinya, apabila tetap memilih untuk berpuasa,”ujar Perawat Ns. Kesarina Kencana Sianturi, S,Kep.

“Atur porsi makan dan jenis zat gizi di waktu berbuka dan sahur, sesuaikan dengan kebutuhan kalori, pastikan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan selama berpuasa,” paparnya.

Selain itu, Lakukan latihan fisik ringan selama berpuasa, seperti aerobik low impact dan berjalan 30 menit per hari, setelah berbuka puasa. Sedangkan penyesuaian obat dan atau insulin untuk ibu hamil dengan diabetes gestasional, Kesarina menyarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Dan perlunya melakukan cek gula darah pada 1-3 hari pertama puasa. Pengecekan dapat dilakukan lagi setiap 3 hari sekali dan dicatat, lalu sesuaikan dengan grafik kadar gula darah,” jelasnya.

Pada usia lansia khususnya 60 tahun ke atas, setiap orang mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis dan sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka untuk mencapai lansia sukses.

Lansia sukses memiliki tiga komponen utama diantaranya minimnya risiko penyakit dan disabilitas, fungsi kognitif dan fisik yang baik, dan keterlibatan sosial yang aktif.

“Selama bulan Ramadan, menjaga aktivitas fisik tetap seimbang sangat penting bagi lansia, agar mereka dapat menjalani puasa dengan nyaman tanpa mengurangi kualitas kesehatan dan kebugaran,” ungkap Deni Dwi Yulianti.

Untuk menjalani puasa Ramadan yang sehat, lansia dapat menerapkan pola makan sehat, aktivitas sosial dan mental seimbang, menghindari stres, pemeriksaan kesehatan rutin dan olahraga teratur.

“Aktivitas fisik yang dipilih selama Ramadan harus ringan dan tidak menguras energi. Setiap gerakan melibatkan otot rangka dan pengeluaran energi fisik yang dilakukan secara berulang dan direncanakan," lanjutnya

Menurutnya, aktivitas fisik dan latihan pada lansia memberikan banyak manfaat baik dari segi kesehatan fisik, kognitif dan psikologis diantaranya meningkatkan fungsi jantung dan pernapasan, meningkatkan kekuatan otot, mencegah dan memperlambat demensia, mengurangi risiko terkena penyakit kronis akibat penuaan, mengurangi stres, meningkatkan daya ingat dan kemampuan kognitif serta manfaat lainnya.

Beberapa rekomendasi latihan fisik untuk lansia seperti latihan aerobic intensitas ringan - sedang, 30 menit tiga sampai lima kali per minggu, latihan daya tahan dan kekuatan dua sampai tiga kali per minggu dan latihan keseimbangan dan flexibilitas lima kali per minggu.

Selain itu lansia juga dapat melakukan latihan penguatan yang dilakukan tiga kali per minggu seperti angkat kaki ke depan saat duduk, angkat kaki ke belakang dan samping dengan bantalan di kaki dengan menopang pada meja.

“Atau melakukan latihan keseimbangan dengan menekuk kaki ke depan, berjalan maju dan mundur dengan menopang di dinding, serta turun naik tangga,” sambungnya.

“Tips aman berolahraga bagi lansia selama Ramadan yaitu pemilihan waktu yang tepat untuk berolahraga dengan intensitas yang tidak terlalu lama atau terlalu berat, minum air putih yang cukup, gunakan pakaian yang nyaman dan longgar, berhenti jika merasa pusing, lelah berlebihan atau sesak nafas dan konsultasikan ke dokter sebelum melakukan olahraga rutin jika memiliki kondisi kesehatan tertentu," pungkasnya. (jpg/han)

Editor : Redaksi
#menjaga kadar gula darah #puasa #ibu hamil