Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Awas Kebiasaan Konsumsi Makanan Kaleng, Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Redaksi • Kamis, 22 Januari 2026 | 15:00 WIB
ilustrasi, makanan kaleng cenderung tidak sehat karena melalui proses tertentu agar awet dan tahan lama. (freepik.com)
ilustrasi, makanan kaleng cenderung tidak sehat karena melalui proses tertentu agar awet dan tahan lama. (freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Tidak ada salahnya mengonsumsi makanan kaleng, namun jangan jadikan kebiasaan karena dia bisa berbahaya.

Melansir Healthline, Rabu (21/1/2026), makanan kaleng kerap dianggap kurang bergizi karena bahan-bahan berbahaya yang dicampur di dalamnya.

Pun, makanan kaleng berbahaya bagi tubuh karena diproduksi dengan tiga cara agar bisa awet dan tahan lama.

Metode atau tiga langkah utama itu dimulai dari pemrosesan, penyegelan, hingga pemanasan.

Akibat dari proses panjang ini, sejumlah nutrisi bisa menurun. Beberapa vitamin bisa larut dan berkurang.


Memang, opsi konsumsi makanan kaleng kerap dijadikan pilihan praktis. Namun, jika menjadi kebiasaan tentu berarti lain.

Berikut bahaya makanan kaleng bagi kesehatan:

1. Kandungan gula tinggi
Makanan kaleng juga ada yang merupakan buah-buahan. Biasanya, makanan kaleng jenis ini mengandung tambahan gula yang cukup tinggi.

Konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan diabetes. Kesemuanya merupakan dua di antara faktor risiko serangan jantung

2. Kandungan garam tinggi
Garam larut sering digunakan dalam proses pengalengan. Akibatnya, kandungan garam dalam makanan kaleng sangat tinggi.

Padahal, konsumsi garam berlebihan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke.

3. Kerusakan jaringan
Penambahan natrium fosfat sering dilakukan oleh produsen makanan kaleng.

Fosfat anorganik berbahaya karena bisa mengganggu regulasi hormon yang akhirnya mengakibatkan kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan ginjal, hingga pengeroposan tulang.

4. Mengandung BPA
BPA adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam kemasan makanan, termasuk kaleng. BPA bisa berpindah dari lapisan kaleng ke dalam makanan.

Beberapa penelitian telah menghubungkan BPA dengan masalah kesehatan seperti jantung, diabetes, hingga disfungsi seksual pada pria.

5. Menyebabkan botulisme
Botulisme disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi spora Clostridium botulin yang dibiarkan berkecambah dan menghasilkan toksin botulisme.

Botulisme juga merupakan penyakit serius. Botulisme bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan hingga mengancam jiwa.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #pola makan sehat #Gaya Hidup Sehat #makanan kaleng #waspada makanan