Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ini Lima Olahraga yang Pas bagi Wanita yang Menuju Menopause

Redaksi • Senin, 26 Januari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi, meditasi salah satu jenis olahraga yang baik bagi wanita yang menuju menopause. (freepik.com)
Ilustrasi, meditasi salah satu jenis olahraga yang baik bagi wanita yang menuju menopause. (freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Fisik wanita yang akan menopause tentu tidak bisa disamakan dengan yang belum, jadi jenis olahraga pun beda.

Melansir Women Health's, Minggu (25/1/2026), upaya ini dilakukan agar olahraga benar-benar bisa menunjang kesehatan dan tidak memperburuk gejala menopause pada wanita.

Nah, karena turut memengaruhi aktivitas olahraga, wanita yang akan menopause perlu lebih memperhatikan menu olahraga dan hal-hal lain yang jadi catatan.

Sebagai informasi, gejala menopause pada wanita antara lain haid tidak teratur, kekeringan vagina, libido rendah, hot flushes, keringat di malam hari, kekurangan energi, perubahan kulit, dan rasa cemas.

Pun, sebelum masuk menopause, wanita mengalami periode hormon estrogen berkurang secara bertahap. Perubahan ini dialami oleh wanita usia 45 tahun ke atas.

Berikut cara maupun jenis olahraga yang pas:

1. Jalan cepat
Olahraga tak harus dilakukan berjam-jam. Bisa jalan cepat selama 30 menit sehari, dilakukan dalam lima hari seminggu.

Meski hanya jalan kaki, naikkan intensitas dengan menaikkan kecepatan agar jantung lebih terlatih.

2. Olahraga disukai
Olahraga memang menantang ditambah tuntutan untuk melakukannya secara konsisten. Oleh karenanya, pilih jenis olahraga yang memang disukai.

3. Fokus pada pembentukan otot
Otot yang kuat bisa melindungi kesehatan seiring bertambah usia dengan memperlambat pengeroposan tulang dan penambahan berat badan.

Setelah menopause, bisa lebih berisiko mengalami patah tulang dan osteoporosis karena pengeroposan tulang dan peningkatan berat badan.

Bangun otot tanpa lemak plus jaga kesehatan tulang dengan menu seperti, squat, lunges, push up, gerakan seperti engsel (hinge movement), gerakan menarik dan mendorong.

4. Latih keseimbangan dan stabilitas
Pastikan punya rutinitas latihan keseimbangan dan stabilitas. Latihan bisa berupa yoga dan pilates.

5. Latihan kardio
Orang yang punya kadar estrogen tinggi risikonya rendah terkena penyakit jantung.

Sebaliknya, saat kadar estrogen menurun, efek perlindungan terhadap penyakit jantung juga menurun.

Dalam situasi menopause, wanita jadi lebih berisiko terkena masalah jantung.

Olahraga yang sifatnya kardio pun sangat mendukung kesehatan jantung usai menopause.

6. Sisipkan meditasi
Meditasi bisa dianggap sebagai pelengkap dalam rutinitas olahraga. Meditasi dapat membantu mengelola stres terkait menopause.

Meditasi bisa dilakukan sebagai bentuk pendinginan setelah berolahraga. Tak perlu waktu lama, cukup hanya 5-10 menit.(lin)

Editor : Redaksi
#menopause