Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Stop Konsumsi! Ini 5 Makanan yang Bisa Picu Penyakit Jika Sudah Kedaluwarsa

Johan Panjaitan • Rabu, 28 Januari 2026 | 10:15 WIB
ILUSTRASI: Makanan yang sudah kedaluwarsa bahaya untuk dikonsumsi. (FREEPIK)
ILUSTRASI: Makanan yang sudah kedaluwarsa bahaya untuk dikonsumsi. (FREEPIK)

Sumutpos.jawapos.com-Beberapa bahan makanan di dapur kerap terlihat aman meski telah melewati tanggal kedaluwarsa. Padahal, di balik tampilan yang masih “baik-baik saja”, makanan tertentu dapat menyimpan risiko kesehatan serius, mulai dari pertumbuhan bakteri berbahaya hingga penyakit bawaan makanan. Mengutip Health, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya segera dibuang Ketika sudah kedaluwarsa.

 

1. Selai Kacang

Selai kacang—baik dari kacang tanah, almond, maupun mete—dapat bertahan 6–9 bulan dalam kondisi belum dibuka. Setelah kemasan dibuka, masa simpannya menyusut menjadi sekitar dua hingga tiga bulan.

Kandungan minyak dalam selai kacang mudah teroksidasi jika terpapar udara, menyebabkan perubahan rasa dan tekstur. Jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa, selai kacang berpotensi mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella. Tanda-tanda seperti jamur atau bau tidak sedap menjadi isyarat kuat untuk segera membuangnya.

2. Kacang-kacangan dan Lentil

Kacang-kacangan dan lentil kering dapat disimpan hingga satu tahun atau sesuai tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Setelah melewati masa tersebut, bahan ini mungkin masih bisa dikonsumsi, tetapi kualitas gizinya akan menurun secara bertahap.

Dalam rentang dua hingga tiga tahun, kandungan vitamin mulai berkurang signifikan. Untuk menjaga manfaat gizi dan keamanan pangan, sebaiknya kacang-kacangan dan lentil dikonsumsi sebelum melewati masa simpannya.


3. Tepung

Daya tahan tepung sangat bergantung pada jenis dan cara penyimpanannya. Tepung terigu putih dapat bertahan hingga satu tahun jika disimpan dalam wadah tertutup di tempat sejuk dan kering. Sementara itu, tepung gandum utuh hanya bertahan sekitar enam bulan karena mengandung lembaga gandum yang kaya lemak dan lebih cepat rusak.

4. Minyak Goreng

Sebagian besar minyak masak—seperti minyak sayur, canola, dan zaitun—umumnya bertahan 6–12 bulan sejak pembelian, atau sekitar 3–5 bulan setelah dibuka jika disimpan dengan benar. Beberapa jenis minyak, seperti minyak kelapa, bahkan bisa bertahan hingga tiga tahun.

Namun, paparan cahaya, panas, dan udara secara perlahan akan menguraikan lemak dalam minyak, membuatnya tengik. Minyak tengik ditandai dengan bau dan rasa yang tajam serta hilangnya kandungan antioksidan. Lebih berbahaya lagi, minyak kedaluwarsa dapat menghasilkan radikal bebas yang memicu peradangan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.


5. Rempah-rempah dan Bumbu Kering

Rempah utuh umumnya bertahan tiga hingga empat tahun, sedangkan rempah bubuk dan herba kering hanya bertahan sekitar satu hingga tiga tahun. Meski jarang langsung berbahaya, rempah kedaluwarsa kehilangan aroma, rasa, dan kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan.

Setelah dibuka, rempah bubuk mudah menyerap kelembapan udara, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri. Jika warna, aroma, atau teksturnya berubah, sebaiknya segera dibuang.

Melakukan pemeriksaan tanggal kedaluwarsa bukan sekadar soal rasa, melainkan juga kesehatan. Membuang bahan makanan yang sudah melewati masa simpannya adalah langkah sederhana namun penting untuk melindungi diri dari risiko penyakit yang tak terlihat.(han)

Editor : Johan Panjaitan
#penyakit #berbahaya #dapur #kedaluwarsa #makanan